Yuk Puasa Sunnah Arafah, Begini Niat dan Pahalanya

Begini Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah di Bulan Dzulhijjah

SIGIJATENG – Allah menurunkan kasih sayangnya yang luar biasa pada bulan Dzulhijjah. Bagi orang yang mampu, serta memenuhi syarat diwajibkan untuk menjalankan ibadah haji.

Bagi yang tidak berhaji, umat Islam di tanah airnya masing-masing  bisa melaksanakan sejumlah ibadah yang khusus dilakukan pada bulan Dzulhijjah, yaitu puasa sunnah dan menyembelih hewan kurban.

Puasa sunnah bisa dilakukan mulai tanggal 1 Dzulhijjah. Namun kalaupun tidak bisa, setidaknya menjalankan puasa pada tanggal 8 Dzulhijjah, ini  disebut puasa sunnah Tarwiyah, dan puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah, ini disebut puasa sunnah Arafah.

Kemudian pada hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) dan hari tasyrik (tanggal 11 sampai 13 Dzulhijjah), umat Islam yang mampu disunnahkan untuk menyembelih hewan kurban dan diharamkan menjalankan ibadah puasa, baik yang sedang haji ataupun tidak berhaji.

Kapan Puasa Arofah pada tahun 1441 H atau 2020 M ini?

Seperti yang ditelah diketahui bersama, bahwa hari raya Idul Adha tahun ini jatuh pada Jumat (31 Juli 2020). Itu artinya, puasa sunnah Arafah jatuh pada hari Kamis (30 Juli 2020) atau besuk hari. Adapun puasa Sunnah Tarwiyah pada (29/7/2020).

Puasa sunnah Arafah jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu hari ketika jamaah haji sedang melaksanakan wuquf di Arafah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi mereka yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.  

Puasa Arafah 9 Dzulhijjah memiliki keutamaan begitu besar. Oleh karenanya para ulama memasukkan puasa Arafah ini ke dalam puasa sunnah yang sangat dianjurkan (muakkad).

Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat Muslim:  

— صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية

Artinya, “Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun, yakni yang telah lalu dan akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapus dosa setahun yang lalu,” (HR Muslim).  

Mereka yang ingin berpuasa Arafah 9 Dzulhijjah  dianjurkan untuk melafalkan niat puasa sunnah Arafah di malam harinya.

Berikut ini lafal niat puasa Arafah:  

— نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ.  

Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT.”  

Orang yang ingin berpuasa sunnah Arafah di siang hari tetapi tidak sempat melafalkan niat dan berniat puasa di malam harinya boleh menyusul pelafalan niat dan memasang niat sunnah puasa Arafah seketika itu juga.  

Baca Berita Lainnya:

Kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib. Untuk puasa sunnah, niat boleh dilakukan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh hingga gelincir matahari atau masuk waktu sholat Zuhur.  

Berikut ini lafal niat puasa sunnah Arafah di siang hari:  

— نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ.   Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah SWT.”  Wallahu a’lam. (*/syaefudin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here