Yudi Indras Minta Pemprov Tak Gegabah Terapkan Pembelajaran Tatap Muka, Ancam Kesehatan Siswa

Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah dari Fraksi Gerindra, Yudi Indras Wiendarto

SEMARANG (SigiJateng) – Pro kontra tentang pembelajaran jarak jauh (PPJ) atau online apakah diteruskan atau dihentikan terus saja terjadi. Disatu pihak, ingin PPJ dihentikan dan kembali ke model belajar tatap muka langsung. Di pihak lain minta penenrapan pembelajaran tatap muka langsung namun pasien covid-19 malah terus meningkat .

Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah dari Fraksi Gerindra, Yudi Indras Wiendarto meminta Pemprov Jawa Tengah tak gegabah terkait dengan rencana pembelajaran tatap muka bagi siswa di sekolah di tengah pandemi Covid 19.

“Jika ini benar-benar direalisasikan, kebijakan bisa sangat membahayakan siswa. Apalagi saat ini angka kasus Covid 19 di Jawa Tengah masih terus naik,” kata Yudi, Kamis (6/8/2020).

 Sesuai data dari corona.jatengprov.go.id per Rabu 5 Agustus pukul 12.00, jumlah kasus positif Covid 19 di Jateng mencapai 10.402 orang, dimana 934 diantaranya meninggal dunia. Sebanyak 2.740 masih dirawat di rumah sakit dan sebanyak 6.728 orang sembuh. Data pasien dalam pengawasan (PDP) yakni julmah total sebanyak 12.106, yang masih dirawat 1.147 orang,  sembuh 9.295 orang dan meninggal 1.664 orang.

“Melihat data seperti, dimana datanya masih tinggi dan terjadi trend kenaikan KBM (kegiatan belajar mengajar) lebih pas tetap di buat daring. Saya kira, saat ini  tidak pas kalau pembelajaran dilakukan dengan tatap muka langsung ,” ujar Yudi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Partai Gerindra ini.

 Menurutnya, Covid 19 tak hanya rentan pada orang dengan usia tua atau yang sudah punya penyakit bawaaan. Namun juga rentan menyerang anak-anak. Justru anak-anak bisa menjadi orang tanpa gejala dan menularkan Covid 19 pada orang di lingkungannya.

Yudi menjelaskan, pembelajaran daring memang tak efektif jika dibandingkan pembelajaran tatap muka antara guru dan murid. Namun, pembelajaran tatap muka dinilai membahayakan kesehatan siswa. Pembelajaran tatap muka bisa saja dilakukan dengan catatan angka kasus Covid 19 menurun atau setidaknya tak mengalami lonjakan.

Solusinya, lanjutnya, adalah memberikan materi pembelajaran daring dengan lebih baik. Sambil menunggu vaksin yang sedang dibuat oleh pemerintah. Harapannya awal 2021 sudah tersedia.

Baca Berita Lainnya:

“Konten harus lebih kreatif dan menarik. Guru juga harus diberikan kemampuan itu. Fokusnya lebih dulu pada konten yang lebih baik,” katanya.

Sebelumnya, perihal keterbatasan gawai dan kuota internet, Yudi juga telah mengusulkan agar dana BOS digunakan untuk pengadaan keduanya. Lantaran gawai dan kuota internet masuk dalam sarana-prasarana belajar siswa. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here