Operasi Yustisi Satpol PP Kota Semarang, Lydia; Saya Sudah Pakai Masker Kok Dihentikan, Kenapa Pak?

Pjs Walikota Semarang bersama Satpol PP Kota Semarang memberi hadiah pada warga yang taat memakai masker. (foto Humas Pemkot Semarang )

SEMARANG (SigiJateng) – Pagi itu, (8/10/2020), Lydia berangkat kerja. Karena pandemic dan tidak ingin kena virus corona, diapun mengenakan masker.

Saat melintas di Jalan Imam Bonjol Semarang, Lydia dihentikan oleh petugas Satpol PP Kota Semarang, yang pagi itu melakukan operasi yustisi masker. Setahu dia, sasaran petugas adalah menghentikan warga yang tidak memakai masker.

“Maaf Pak, saya sudah pakai masker. Mengapa saya juga dihentikan?,” kata Lydia mencoba bertanya, pada petugas.

Operasi itu dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto. Turut serta Kepala Satpol PP Provinsi Jateng Budiyanto. Karena Lydia tidak terima dihentikan, buru-buru Fajar menghampir wanita yang dihentikan oleh anggotanya itu. “Maaf mbak. Pagi ini Anda beruntung. Ini untuk Mbak,” kata Fajar sambil menyerahkan uang Rp 50 ribu, kepada Lydia.

Lydiapun malah semakin bingung. Tanpa berfikir panjang, Lydiapun langsung menanyakan terkait uang tersebut. Pagi itu itu tidak hanya Lydia yang kaget. Pagi ada 12 warga yang kaget, karena sudah pakai masker namun juga dihentikan. Bahkan ada beberapa orang yang sempat bersitegang karena merasa dirinya patuh pakai masker.

Namun suasana menjadi cair setelah Satpol PP memberikan hadiah berupa uang 50 ribu dan tiga lembar masker bagi mereka. “Saya kaget. Ternyata malah dikasih hadiah uang. Terima kasih,” kata Lydia dengan bahagia.

Wanita berambut bergelombang itu mengaku sadar pakai masker karena merupakan sebuah kewajiban untuk menjaga kesehatan dari penularan Corona.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, pihaknya sengaja memberikan hadiah kepada warga yang taat prtokol kesehatan. Apa yang dilakukan ini merupakan bentuk penghargaan bagi warga Kota Semarang yang patuh protokol kesehatan.

Selain itu, tambah dia, ini juga sebagai bentuk inovasi. Razia tak melulu soal bersitegang antara petugas dan warga. Namun bisa juga bisa santai, akrab dan menyenangkan. Yang penting tujuannya tercapai, yaitu edukasi dan kampanye, agar masyarakat selalau menjalankan protocol kesehatan.

“Hari ini adalah hari pertama kami melakukan program ini (memberi hadiah) ,” kata Fajar,Kamis (8/10/2020).

Fajar mengatakan, dirinya pernah positif corona degan status OTG (orang tanpa gejala). Sebagai orang yang pernah kena corona, Fajar mengaku tahu betul bagaimana rasanya saat positis, meski OTG, baik dari segi kesehatan maupun psikologis. Orang yang sakit corona hidup dalam  keterasingan.

“Karenanya perlu adanya apresiasi bagi mereka yang patuh. Dengan adanya penghargaan ini diharapkan warga semakin nyaman pakai masker karena merasa mendapat penghargaan. Pagi ini saya menyisihkan uang Rp 600 ribu untuk 12 orang,” katanya.

Adapun masker yang dibagikan warga, kata Fajar, didapatkan dari Satpol PP Provinsi Jawa Tengah.

Pemberian hadiah kepada warga taat terus berlanjut. Seperti pada Jumat (16/10/2020), yakni saat razia msker di depan Balaikota Semarang Jalan Pemuda Semarang. Bahkan, kali ini razia dipimpin oleh Pjs Walikota Semarang Tavip Supriyanto. Razia dilakukan  mulai 07.50 WIB – 09.00 WIB dan menjaring warga yang melanggar alias tidak pakai masker sebanyak 31 orang, dengan rincian 18 orang menjalani hukuman sanksi sosial dan 13 orang KTP nya disita. Selain itu, 25 orang diantaranya menjalani rapid test.

Justru, dalam razia ini, Pjs Walikota Semarang menajring 100 warga yang memakai masker. Lagi-lagi, saat dihentikan mereka terkejut. Sebanyak 100 orang yang tertib masker ini diberi hadiah berupa bingkisan oleh Pjs Walikota Semarang.   Tentu saja, selain menyerahkan bingkisan, Pjs Walikota juga mengingatkan agar para warga jangan lelah jalankan 3M, yakni pakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.


Tavip menjelaskan, bingkisan itu merupakan hasil kerjasama antara Pemkot Semarang dengan salah satu mal di Kota Semarang.  Dalam upaya mengedukasi warga agar tetap menjalankan prtokol kesehatan harus bergandeng tangan, manjalin kerjsama dengan semua pihak, termasuk swasta dan pengusaha. Bingkisan yang diberikan ke warga itu sebagai bentuk penghargaan kepada mereka yang patuh protokol kesehatan.


“Mereka yang menerima bingkisan ini, kami harapkan bisa menularkan semangat ke teman-temannya agar selalu memakai masker, menjaga jarak, dan protokol kesehatan lainnya,” kata Tavip didampingi Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto.


Salah seorang warga penerima bingkisan, Riska awalnya kaget ketika laju kendaraannya diberhentikan petugas Satpol PP. Pasalnya ia sadar sekali dirinya patuh pakai masker. Namun setelah diberi penjelasan dan menerima bingkisan, dia mengaku senang.

Berita Lainnya:


“Jelas kaget. Kenapa diberhentikan, padahal saya pakai masker?. Ternyata malah diberi bingkisan karena pakai masker,” ungkap Riska, yang mengaku setiap hari selalu pakai masker.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Provinsi Jateng Budiyanto apa yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Semarang dengan inovasi itu bisa mendorong masyarakat semakin patuh protokol kesehatan. Selain itu, inovasi itu bisa juga ditiru oleh Satpol PP di kabupaten/ kota lain.

“Operasi itu tidak harus selalu bersitegang. Juga bisa happy,” kata Budiyanto, yang juga sering turun melakukan razia bersama Satpol PP Kota Semarang ini.

Ia mengatakan, bila daerah lain akan meniru hal, bentunya bisa bermacam-macam Bisa pemberian Bunga atau semacam surat, dan lain-lain.

“Hal semacam ini perlu, agar dia bisa mendorong lingkungan sekitar patuh protokol kesehatan,” tandasnya. (Aris Syaefudin)

Catatan Redaksi: Bersama lawan virus corona. Sigijateng.id, mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, lakukan 3M (Wajib Memakai Masker, Wajib Mencuci Tangan, Wajib Menjaga Jarak Hindari Kerumunan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here