Walikota Semarang Setuju Pembelajaran Tatap Muka Segera Digelar

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi. (Dok.)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Walikota Semarang, Hendrar Prihadi setuju adanya pembelajaran tatap muka walau Kota Semarang masih dinilai dalam kategori zona merah di masa pendemi covid 19.

Berbagai persiapan pembelajaran tatap mukapun tetap diagendakan oleh Dinas Pendidikan Kota Semarang setelah dikeluarkannya Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang No. B/9450/425.1/IX/2020 tentang Persiapan Pembelajaran Tatap Muka.

“Isinya meminta orang tua siswa untuk mengisi form setuju atau tidak dengan diadakannya pembelajaran tatap muka di sekolah,” ujar Walikota yang akrab disapa Hendi pada Rabu (16/9/2020).

Form itu sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi, jika nantinya akan diadakan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Sesuai kesepakatan empat menteri, yaitu Menteri Pendidikan, Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama, bahwa untuk pemberlakuan pembelajaran tatap muka di sekolah – sekolah, mutlak harus memenuhi 4 syarat, yaitu ; Pertama; Zona sudah dinyatakan hijau. Kedua: Mendapat persetujuan dari kepala daerah (Walikota Semarang, red.). Ketiga; Harus ada kesepakatan orang tua. Dan keempat: Harus terpenuhi dan disiapkan sarana dan prasarana yang mendukung protokol kesehatan di lingkungan sekolah untuk mencegah penyebaran Covid 19.

“Jika semua berjalan dengan baik dan syarat-syarat yang diwajibkan tersebut terpenuhi, terutama persetujuan dari orang tua, maka kami akan menyetujui diberlakukannya pembelajaran tatap muka di sekolah,” tegas Walikota.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa Kepala Dinas Pendidikan Gunawan Saptogiri menyatakan telah melakukan pemetaan atau survey dibeberapa sekolah di tingkat TK, SD dan SMP serta paguyuban orang tua siswa dan sejumlah komite sekolah.

Hasil yang diperoleh dari sample tersebut, menurut Gunawan Saptogiri, yang tidak setuju hanya TK (Taman Kanak-kanak). Sedang SD (Sekolah Dasar) 90% setuju dan SMP (Sekolah Menengah Pertama) semua setuju.

Baca Berita Lainnya

Namun ternyata, ada juga orang tua siswa yang anaknya sekolah di SMP kelas 7 tidak setuju. Ada juga yang menyesalkan kurangnya sosialisasi oleh Dinas Pendidikan Kota Semarang, tentang syarat-syarat diberlakukannya pembelajaran tatap muka kepada orang tua siswa. Sehingga kebingungan dalam menentukan sikap dalam mengisi form surat edaran yang dibagikan. (Mushonifin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here