UIN Walisongo Gelar KKN Jogo Tonggo di Kampung Halaman Mahasiswa

Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Imam Taufiq. (Foto Humas UIN Walisongo)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Universitas Islam Negeri Walisongo Semaran menjalankan perkuliahan praktik dengan berbeda karena suasana pandemi.

Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo, Mokhamad Sya’roni, mengatakan kegiatan pengabdian seperti KKN tetap dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada semester ini dilakukan dengan perpaduan sistem offline dan online,” jelasnya pada Senin (28/9/2020).

Sya’roni menjelaskan bahwa mahasiswa akan menjalankan kegiatan KKN di kampungnya masing-masing.

“Mahasiswa KKN di kampung halaman sendiri dan berkegiatan dengan para tetangga di RT dan RW,” katanya.

Kelompok KKN dibentuk atas usulan mahasiswa sesuai dengan daerah tempat tinggal masing-masing. Ini dilakukan agar mahasiswa dapat mudah berkoordinasi dan berkegiatan secara baik.

“Kalau kelompoknya membentuk sendiri dan tempat tinggalnya berdekatan, maka mahasiswa bisa bertemu dan merumuskan program kerja bersama,” tegas dosen di Fakultas Ushuludin dan Humaniora (FUHUM) ini.

Sedangkan tugas-tugas kelompok KKN dibuat secara online dengan webinar, ngaji online, pelatihan online dan lain-lain.

“Tugas kelompok diselenggarakan online karena memang ada yang terpisah-pisah Kabupaten/Kota tempat tinggalnya,” imbuh Sya’roni.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M, M Rikza Chamami menegaskan, tugas mahasiswa lebih banyak ditekankan pada pengabdian masyarakat yang bersifat individual.

Mahasiswa didorong untuk dapat membaur dengan masyarakat di kampungnya dan menyalurkan ilmu yang didapatkan dari kampus.

Demikian juga bagi mahasiswa yang tinggal di Pondok Pesantren, Masjid atau Mushollah juga tetap wajib berkegiatan dengan masyarakat dengan ketentuan menerapkan protokol kesehatan.

Dalam pengarahannya, Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof Dr Imam Taufiq MAg berpesan kepada mahasiswa agar ikut mengenalkan kampus UIN Walisongo dan membawa nama baik kampus.

“Kegiatan di desanya dibuat yang bagus, papan nama KKN dibuat yang menarik, spanduk-spanduk KKN di desa ditulis yang besar nama UIN Walisongo agar masyarakat kenal kampus kita,” tegas Imam Taufiq.

Guru Besar Ilmu Tafsir ini juga berharap kepada mahasiswa KKN agar dapat menarik hati masyarakat, terutama dalam dakwah Islam Moderat.

Baca Berita Lainnya

“Mahasiswa diterjunkan untuk menjadi agen Walisongo, menyebarkan Islam moderat di tengah masyarakat dan dunia maya lewat media sosial,” imbuhnya.

Masyarakat perlu dirangkul dengan baik dan dunia umum lewat media sosial juga perlu diedukasi oleh mahasiswa KKN ini. (Mushonifin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here