Tingkatkan Kualitas 3M di Lokasi Wisata, DPRD Kota Semarang Sarankan Pelaku Wisata Sertifikasi CHSE

Anang Budi Santoso, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang. (Dok.)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Pelaku pariwisata di Kota Semarang diminta untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan ketat dengan penerapan sertifikasi Cleanlines, Healthy and Environmental, Sustainability (CHSE) untuk memastikan kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan pada masa pandemi covid-19 ini.

Hal itu dikatakan oleh Anang Budi Santoso selaku Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang saat memberikan bimbingan teknis program dan penerapan CHSE bagi pelaku pariwisata Kota Semarang di hotel Grasia pada Senin (23/11/2020).

“Kalau ada destinasi wisata jadi klaster baru tidak ada sanksi pidana. Kita hanya mengingatkan untuk penyemprotan disinfektan. Paling tidak memakan waktu tiga hari,” ujar Anang.

“Misalnya ruangan ini selesai kegiatan ada yang positif delapan atau sepuluh. Maka gedung ini harus segera disemprot tanpa menunggu waktu lama,” lanjutnya.

Anang menceritakan pada bulan Juni lalu saat dirinya bersama dinas Kebudayaan dan Pariwisata pertama kali memverifikasi tempat hiburan untuk dibuka kembali di tengah pandemi.

“Termasuk saya dengan disbudpar saat membuka tempat hiburan malam. Awalnya kami sepakat membuka itu hanya sampai jam 10 malam. Maka kami mengingatkan pengelola agar jangan sampai tempat hiburan malam jadi klaster baru dengan prokes ketat. Faktanya hingga kini tidak ada berita tempat hiburan malam ada klaster baru,” jelasnya.

Untuk aplikasi protokol kesehatan dengan kawasan yang sangat luas, Anang menyarankan agar pengelola tempat wisata bisa mengadakan pengeras suara di titik-titik strategis untuk mengingatkan pengunjung.

“Misal ada kawasan wisata yang sangat luas dan pengunjungnya banyak seperti Grand Maerakaca atau Desa Wisata Nongkosawit yang luasnya puluhan hektar dan pengunjungnya puluhan ribu,” ungkapnya.

“Itu kan petugasnya pasti kesulitan mengendalikan massa untuk tidak berkerumun dan melaksanakan protokol kesehatan. Maka tempat-tempat seperti itu harus memperbanyak pengeras suara di titik strategis untuk mengingatkan pengunjung,” imbuhnya.

Sementara, Masdiana, Asisten Walikota Semarang yang membuka acara itu mengatakan bahwa kebersihan dan kesehatan adalah sebuah program wajib yang harus dilaksanakan dunia pariwisata pada era new normal ini.

“Kondisi pandemi yang tidak jelas kapan akan berakhir ini menuntut kita untuk hidup sehat, bersih, dan aman. Terutama di dunia pariwisata. Karena kota harus berdamai dengan situasi pandemi ini,” ungkapnya. (Rifky Akbar)

Catatan Redaksi: Bersama lawan virus corona. Sigijateng.id, mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, lakukan 3M (Wajib Memakai Masker, Wajib Mencuci Tangan, Wajib Menjaga Jarak Hindari Kerumunan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here