Tiga ABG di Solo Aniaya Pegawai Ekspedisi, Kini Dikecrek Polisi

Polsek Serengan gelar press rilis kasus penganiayaan Pegawai Ekspedisi di Solo.

SOLO (Sigi Jateng) – Hanya karena persoalan sepele, tiga orang remaja alias anak baru gede (abg) di Solo, yakni DS (18), AS (20) dan satu lagi ABG berusai 15 tahun, nekat melakukan aksi penganiayaan. Perbuatan tersebut dilakukan karena pengaruh minuman keras (miras) hingga membuat ketiga remaja tersebut kehilangan akal sehat.

Akibat perbuatannya, tiga remaja asal Serengan, Solo ini harus berurusan dengan pihak yang berwajib.

Salah seorang pelaku yakni AS mengakui dirinya emosi karena dibawah pengaruh minuman keras.  Dia mengaku kalau dalam sepekan bisa dua sampai tiga kali berpesta miras bersama dua rekannya.

“Biasanya minum ciu, satu orang sekali minum bisa habis sampai 3 literan,” kata pelaku.

Kapolsek Serengan, Kompol Suwanto menyampaikan kejadian ini bermula saat korban yang diketahui berinisial BB, merupakan salah satu kurir ekspedisi yang hendak kembali ke gerainya yang berada di ruas jalan Dewi Sartika, Kecamatan Serengan.

Ditengah perjalanan, korban berpapasan dengan DS dan AS. Karena kaget, tersangka mengeluarkan kata-kata cemoohan kepada korban yang notabennya berusia lebih tua dari tersangka. Mendengar kata tersebut sempat terjadi cek-cok antara korban dan tersangka.

” Karena merasa hanya salah paham, korban meninggalkan dua remaja ini. Tetapi tersangka emosi, mereka masih tidak terima,” terang kapolsek.

Kedua tersangka ini lantas membuntuti korban. Setelah mengetahui gerai korban, keduanya lantas kembali ke tongkrongan dan mengajak rekan lainnya yang masih dibawah umur, berusia 15 tahun kemudian mendatangi korban.

“Saat di jalan menuju gerai, para pelaku ini lantas mengambil sebilah kayu dan potongan besi yang ditemukan dijalan,” ujar Kapolsek.

Setibanya di gerai, ketiganya langsung mengamuk. Pelaku DS dan AS lantas memukuli dan menendangi korban. Merasa terpojok, korban lantas lari kelantai dua dan bersembunyi di kantor gerai dan mengunci pintu dari dalam. Melihat korbanya lari, mereka mengejar korban, namun tidak berhasil.

Karena gagal mengeroyok korban, luapan emosi diarahkan kepada fasilitas dari gerai ekspedisi. Seluruh fasilitas dirusak menggunakan kayu dan besi oleh ketiga pelaku. Merasa kondisi gerai porak poranda, ketiganya lantas meninggalkan lokasi.

” Setelah itu, rekan korban sesama kurir melaporkan hal tersebut. Kita langsung melakukan penyelidikan, dan berhasil mengamankan satu pelakaku yang dibawa umur di rumahnya. Kemudian menangkap dua tersangka lainnya, AS dan DS yang posisinya kabur ke daerah Kalijambe setelah melakukan aksi penganiayaan,” ungkap Kapolsek.

Plaku ini sebelumnya berpesta miras di kawasan Pasar Kembang.

“Jadi karena pengaruh minuman keras mereka jadi tidak bisa mengontrol emosi dan nekat melakukan aksi kejahatan,” jelas Kapolsek.

Dalam kasus ini pihak berwajib mengamankan kayu dan besi yang digunakan untuk melakukan aksi pengroyokan serta penganiayaan. Pelaku yang dibawah umur diselesaikan lewat jalur diversi karena masih dibawah umur. Sedangkan AD dan DS dijerat dengan pasal 170 ayat 2 KUHP tentang pengroyokan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.  (Raditya Hermansyah)

Berita Terkini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here