Terjaring Razia Masker, Supir Truk Ini Ternyata Melakukan Banyak Pelanggaran

Seorang pengemudi truk tronton kedapatan melakukan banyak pelanggaran saat razia masker. (Holy)

SEMARANG (SigiJateng) – Seorang pengemudi truk tronton ditemukan melakukan banyak pelanggaran saat Satpol PP Kota Semarang bersama TNI Polri menggelar razia masker di jalan Raya depan Kantor Kecamatan Ngaliyan pada Selasa (15/9/2020) pagi.

Pelanggaran yang dilakukan diantaranya tak pakai masker, menggunakan handphone saat berkendara dan tak memakai sabuk pengaman.

Hal itu didapatkan petugas saat dari kejauhan melihat seorang pengedara truk bernopol AG 9582 AH tak pakai masker. Namun nampaknya sopir tersebut belum mengetahui jika ada razia masker. Dari kejauhan ia masih terlihat santai tak bermasker dan masih menggunakan handphonenya.

Setelah dekat dengan lokasi razia, sopir itu terlihat kaget dan ketakutan. Ia langsung mengenakan sabuk pengaman, dan memakai masker. Tapi ia masih saja menggunakan hand phonenya.

Beberapa petugas Kepolisian dan Satpol PP pun akhirnya memerintahkan sopir itu untuk menepikan kendaraannya untuk mendapat sanksi. Pria itu juga diarahkan ke lokasi sidang penyitaan KTP.

Ketika menuju lokasi sidang, ia mendapat nasihat dari petugas kepolisian terkait keselamatan berlalu lintas.

Di lokasi sidang, KTP nya disita. Ia pun juga mendapat sanksi tilang dari kepolisian karena adanya pelanggaran lalu lintas. SIM sopir itu disita polisi.

Usut punya usut ternyata sopir itu bernama Manek Betrendi Mesang.

Manek mengaku sebenarnya membawa masker. Masker itu ada di kantong celananya.

“Barusan beli. Kemarin habis,” kata Manek, sambil menunjukkan bukti kepemilikan masker.

Pria yang memiliki tujuan mengantar barang ke Boja pun mengaku terpaksa menggunakan handphone saat berkendara lantaran ada seseorang yang menghubungi dirinya.

“Saya baru aja keluar (dari kawasan candi) lalu terima telepon,”

Manek menuturkan, seseorang yang menghubunginya itu menanyakan soal pengiriman barang yang ia bawa. Meski begitu, ia paham bahwa menggunakan handphone sambil berkendara itu berbahaya.

“Ya saya tahu. Saya hanya bilang “sudah”, ini sudah mau berangkat”,”

Sementara itu, Kepala Unit Lalu Lintas Polsek Ngaliyan; AKP Wahono menyesalkan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh Manek. Hal tersebut sangatlah berbahaya dan sudah diatur dalam UU no 22 tahun 2000.

“Dalam aturan, penggunaan handphone dalam berkendara jelas dilarang. Karena mengganggu konsentrasi saat mengemudi dan membahayakan lalu lintas di sekitarnya,” kata AKP Wahono.

Wahono menjelaskan, kebahayaan itu muncul karena konsentrasi pengemudi bakal terganggu.

Oleh karena itu pihaknya menilang pengemudi tersebut berupa penyitaan SIM B1 Umum. Selanjutnya pengemudi itu diarahkan untuk mengikuti persidangan.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat agar menepi sejenak apabila terpaksa harus menghubungi seseorang saat berkendara.

“Ketika sudah selesai telepon, silahkan jalana lagi,”

Baca Berita Lainnya

Sementara itu, Kepala Bidang PPUD pada Satpol PP Kota Semarang; Marthen Da Costa mengatakan dalam razia itu pihaknya berhasil menjaring 90 warga yang tak pakai masker.

“Rinciannya 76 orang dapat hukuman sanksi sosial berupa menyapu jalanan dan push up. 14 orang KTPnya disita,”

Marthen menjelaskan jumlah tersebut didapatkan tidak hanya dari pengendara yang melintas di dua arah jalan. Tiga pelanggar diantaranya didapatkan dari pengunjung pasar Ngaliyan. (mushonifin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here