Susun Buku Biografi, PUI IsDB Kupas Sejarah Peralihan IAIN ke UIN Walisongo

Ketua PIU IsDB Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag Saat berikan sambutan di dampingi oleh Sekretaris PIU IsDB Rahman Eljunusi, MM.

SEMARANG (SigiJateng) – Ketua PIU IsDB (roject Implementing Unit Islamic Development Bank)

UIN Walisongo Prof. Dr. H. Musahadi, MAg mengatakan perjuangan dan ihtiar menjadikan IAIN Walisongo menjadi UIN Walisongo tentu tidak bisa dilupakan begitu saja oleh pelaku dan seluruh keluarga besar kampus.

“Project IDB serta transformasi IAIN menjadi UIN Walisongo di inisiasi pertama kali oleh (almarhum) rektor Prof. Dr. H. Ahmad Qodri Abdillah Azizy, MA. PhD pada tahun 2001, perjuangan beliau sangat luar biasa,” kata Musahadi, saat secara resmi membuka kegiatan penyusunan Buku Biografi Project 4 in 1 UIN Walisongo di Griya Persada Convention Hotel & Resort Bandungan, Jumat (16/10/2020).

Kegiatan penyusunan buku biografi project ISDB ini direncanakan selama tiga hari yaitu pada hari Kamis sampai Sabtu tanggal 15 sampai dengan 17 Oktober 2020. Kegiatan dibuka dengan paparan sejarah singkat project IDB dan transformasi IAIN menjadi UIN oleh Prof Musahadi.

“Project ini pada saat itu pernah terhenti sebab sebagian besar senat masa itu tidak sepakat dengan adanya project tersebut karena takut adanya mandat utama dari keilmuan islam terbengkalai,” paparnya.

Lebih lanjut Prof Musahadi menerangkan ketika Prof. Dr. H. Ahmad Qodri Abdillah Azizy, MA. PhD menjadi dirjen menginginkan project tersebut kembali di ajukan, rektor IAIN Walisongo kala itu Prof. Dr. H. Abdul Djamil, MAg merespon cepat, dengan persiapan matang serta semua prosedur sudah di lalui, akan tetapi pengajuan project itu harus terhenti lagi sebab terbentur dengan kebijakan menteri agama baru kala itu, hingga project ini terhenti sampai tahun 2009.

“Perjuangan yang begitu panjang tidak menyurutkan niat IAIN Walisongo untuk mewujudkan project ini, hingga pada tahun 2012 kala itu rektornya Prof. Dr. H. Muhibbin, M.Ag project ini bisa tercapai” ungkapnya.

Menurut Prof Musahadi kesuksesan itu butuh ikhtiyar dan perjuangan. “Kesuksesan UIN Walisongo saat ini tidak serta merta didapat begitu saja, namun ada ikhtiyar serta perjuangan yang sangat luar biasa dari para pendahulu, maka dari itu penyusunan buku biografi project IsDB 4 in 1 ini sangat penting untuk di buat, supaya semuanya bisa tahu sejarah project IDB walisongo dan transformasi IAIN Walisongo menjadi UIN Walisongo,” katanya.

Diakhir sambutannya Prof Musahadi berharap buku biografi project IsDB 4 in 1 bisa jadi inspirasi baik untuk UIN Walisongo kedepan.

Sekretaris PIU IsDB UIN Walisongo Rahman Eljunusi, MM menambahkan bahwa penyusunan buku ini bisa jadi karya menarik untuk mengupas sejarah perjalanan UIN Walisongo dilihat dari perubahan infrastrukturnya, gedung-gedung, peningkatan SDM, pengadaan perangkat kerja yang baik dan lain-lain.

“Sangat diakui bahwa dampak transformasi IAIN menjadi UIN Walisongo serta adanya Project IDB sangat luar biasa, hal ini bisa dilihat dari minat calon mahasiswa baru untuk kuliah di UIN Walisongo,” katanya pria kelahiran madura tersebut.

Menurut penjelasan Rahman proses pembuatan buku ini akan berlangsung selama satu bulan dengan mengedepankan wajah baru UIN Walisongo.

Kegiatan penyusunan buku ini diikuti oleh Prof. Dr. H. Musahdi, M.Ag, Dr. H. Akhmad Arif Junaidi, M.Ag, Rahman Rljunusi, MM, Ikhwan Wahyudi, MH., MTI, Azum Muallifah, A.MA, Ulfatun Nihayah, SEI, Aam Sugiyanto dan Lukmanul Hakim. (aris)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here