Star Hotel Launching Promo “The Akad” dengan Protokol Kesehatan Ketat

Proses temon manten pria dan wanita dalam pertunjukan pernikahan saat launching promo The Akad Star Hotel Semarang, Selas (25/8/2020). ( foto aris syaefudin/sigijateng)

SEMARANG (SigiJateng) – Star Hotel Semarang tidak diam saja di tengah pandemic Covid-19 yang memang semua pihak merasakan dampaknya.

Menyusul kebijakan Walikota Semarang yang sudah mengijinkan warganya menggelar pernikahan dengan penerapan protocol kesehatan ketat, hotel yang berada di Jalan MT Haryono Semarang ini, melaunching promo The Akad.

Promo The Akad ini dilaunching Selasa (25/8/2020) sore di ruang Catleya lantai 1 Star Hotel. Tamu undangan masuk ruangan dengan dicek suhu,  cuci tangan dengan handtanitazer, tempat duduk juga dibikin berjarak. Hadir  tamu undangan antara lain, Ketua Kadin Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara dan  Ketua Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan (HastanaJawa Tengah Nur Kholiq.

Tamu tidak hanya mendengarkan presentasi harga paketan-paketan yang ditawarkan, namun sekaligus diperlihatkan contoh acara pernikahan atau akad yang dapat diselenggarakan di Star Hotel, lengkap dengan dekorasi pelaminan dan juga tatanan kursi tamu undangan serta stall/ pondokan makanan yang disajikan, tentunya dengan standart protokol kesehatan yang berlaku dan wajib dijalani saat ini.

Titus Jaka Witanto, Executive Assistant Manager (EAM) Star Hotel Semarang.

Launching The Akad mengusung konsep Open House dengan mengundang para pelaku usaha dibidang EO (event organizer) dan WO (wedding organizer) serta menggandeng beberapa vendor entertaint yang berkaitan dengan acara pernikahan seperti, MUA (make up artist), Bridal, decoration, dan photography.

“Terima kasih atas kehadiran bapak, ibu saudara dalam acara ini. Dalam kondisi seperti ini, kami harus terus berinovasi dan berkreatifitas, salah satunya adalah dengan melaunching promo The Akad ini,” kata Titus Jaka  Witanto, Executive Assistant Manager (EAM) Star Hotel Semarang dalam sambutannya.

Sementara, Riyanti Public Relations Star Hotel mengatakan, pandemi covid-19 ini memang telah merubah segalanya termasuk dalam penyelenggaraan sebuah acara yang melibatkan banyak orang seperti upacara pernikahan.  Acara yang biasanya diselenggarakan secara meriah dan mengundang banyak tamu sekarang menjadi terbatas dikarenakan ada protokol kesehatan yang harus ditaati, diantaranya adalah kapasitas tamu undangan yang tidak boleh melebihi 50 orang dan juga penerapan social distancing.

“Star hotel Semarang tak mau tinggal diam begitu saja, kami berusaha mengambil kesempatan disetiap peluang yang ada, diantranya membuat paket Akad Nikah. Paket ini menjadi salah satu alternatif yang bisa dijadikan oleh masyarakat apabila mereka ingin melangsungkan sebuah acara pernikahan dimasa pandemi ini dengan aman dan memenuhi standart protokol yang ada,” kata perempuan yang akrab disapa Riri ini.

Dikatakan Riri, promo The Akad, ditawarkan mulai dari harga Rp 6,8 juta. Paket ini sudah termasuk sewa ruangan, makan dan snack untuk 30 orang, simple akad decoration dan juga standart sound system.  

Pada launching The Akad ini, pihaknya mengambil dua  contoh simulasi upacara pernikahan yaitu adat Jawa Solo basahan yang di support oleh Hadi n Co, ada juga simulasi international wedding yang disupport oleh Jimms Bridal.

Selain itu yang menjadi pembeda sekaligus hiburan untuk para tamu undangan adalah pertunjukan fashion show dari beberapa model pengantin dengan menggunakan riasan dari berbagai macam adat seperti, Paes ageng, Solo putri, Solo basahan, bridal international, Jogja putri, Batak, Bali, Padang, Lampung, Sunda.

“Total semua ada 17 pasang pengantin yang memperagakan semua hasil riasan dari support vendor make up artist/ sanggar rias yang telah mendukung kami diacara yang kami beri judul The Akad Open House 2020 ini,” ungkap Riri.

Baca Berita Lainnya:

“Jadi selain mempromosikan paket Star Hotel kami juga memberikan wadah kepada para vendor untuk mempromosikan jasa yang mereka tawarkan. Total kami menggandeng lebih dari 15 vendor diantaranya adalah 9 vendor MUA,” katanya.

Ketua Kadin Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara dalam sambutannya mengatakan, dampak pandemi covid memang  dirasakan para pelaku UMKM, baik kecil menengah, besar, termasuk pengusaha event organizer wedding. Namun demikian, agar bisa survive, yakni harus terus mau bergerak melakukan inovasi dan kreativitas.

“Termasuk Star Hotel ini, yang saat melaunching The Akad. INi juga salah satu upaya hotel agar tetap bisa produktif pada saat kondisi seperti ini,” kata Arnaz. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here