Sirah Nabawiyah; Muhammad SAW Pemimpin Besar yang Sederhana dan Tak Gengsi Belajar Bertani

SIGIJATENG – Akhlak Rasulullah Muhammad SAW memang sangat mulai dan wajib ditiru. Sikapnya, tutur katanya dan ajarannya membuat orang-orang merasa nyaman, aman dan terhormat.  Muhammad memang diutus Allah adalah menyempurnakan akhlak.

Sejak kecil kita sering mendengar anjuran dari guru guru kita, kiai kita, utadz kita agar hidup sederhana. Karena dengan hidup sederhana, seseoranga akan merasa tenang dan trentam dalam hidupnya.

Bicara soal kesederhanaan, kita bisa melihat tentang kesederhanaan Rasulullah.  Kesederhanaan Rasul dalam berpakaian  sama dengan kesederhanaan beliau dalam hal makanan.

Suatu saat, ada seorang wanita yang datang dan memberikan sehelai pakaian kepada beliau. Kebetulan saat itu beliau memang memerlukan pakaian. Tak selang lama setelah menerima pakaian, datanglah seorang laki-laki yang meminta pakaian itu. Tanpa berpikir panjang lagi, Rasulullah pun memberikan pakaian itu. Bagaiamana dengan kita??

Pakaian Nabi Muhammad biasanya terdiri atas sebuah baju dalam dan baju luar yang terbuat dari wol, katun, atau sebangsa serat. Sesekali, beliau tidak menolak pakaian agak mewah yang dibuat dari tenunan Yaman jika ada acara yang menghendaki demikian. Alas kaki yang digunakan Rasulullah juga amat sederhana. Tidak pernah beliau menggunakan sepatu kecuali hadiah dari Najasy.

BACA BERITA LAINNYA:

Sungguh pun begitu, bukan berarti Nabi Muhammad menyiksa diri dengan semua kesederhanaan itu. Beliau melakukan itu hanya mengendalikan dan menjaga diri agar tidak berlebih-lebihan.

Firman Allah Surat Al-Baqoroh (2) ayat 57:

 “Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu manna dan salwa. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka menganiaya Kami; akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.”

Firman Allan lainnya Surat Al-Qasas (28) ayat 77

 “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Halaman Selanjutnya>>

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here