Sepi Peminat, Belasan SMPN di Purworejo Belum Penuhi Kuota dan Perpanjang PPDB

Kadinas Dikpora Kabupaten Purworejo, Sukmo Widi Harwanto

PURWOREJO (SigiJateng) – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online SMP Negeri di Kabupaten Purworejo yang berlangsung sejak 15-18 Juni 2020 berlangsung lancar. Akan tetapi ada belasan sekolah negeri yang belum memenuhi kuota murid baru, sehingga perlu dilakukan perpanjangan waktu pendaftaran.

“Ada 13 sekolah yang PPDBnya diperpanjang mulai tanggal 22 -23Juni agar sekolah-sekokah negeri yang masih kekurangan peminat dapat memenuhi kuotanya. Perpanjangan pendaftaran dilakukan secara offline, calon siswa datang sendiri ke sekolah-sekolah tujuan,” terang Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Purworejo, Sukmo Widi Harwanto di ruang kerjanya siang ini (19/6).

Kadinas bersama Kepala SMPN 2 Purworejo Yosiyanti Wahyuningtyas dan orang tua murid yang juga Dandim 07/08 Purworejo Letkol Inf Muchlis Gasim saat meninjau SMPN 2 Purworejo

Sekolah-sekolah yang belum memenuhi kuota berada di pinggiran kabupaten yang merupakan irisan dari SMP-SMP negeri lain. “Sekolah irisan contohnya SMPN 26 di Popongan (Kecamatan Purwodadi), banyak yang mendaftar ke SMPN 8. Ada juga SMPN 29 di Banyuasin (Kecamatan Loano), anak-anak yang dekat jalan raya lebih memilih mendaftar ke SMPN 25 dan SMPN 19. Banyausin kan dekat dengan wilayah DIY, yang dekat dengan wilayah Yogyakarta mereka lebih memilih mendaftar ke sana,” lanjut Sukmo.

BELUM ADA JUKLAK DAN JUKNIS

Jumlah lulusan SD tahun ajaran 2019/2020 ada sebanyak 10.760 anak, kuota SMP negeri adalah 7.933 anak, satu rombongan belajar (rombel/kelas) berisi 32 anak. Jika dihitung, sisa murid yang tidak tertampung di SMP negeri sebanyak 2.827. Jumlah tersebut akan diambil oleh sekolah-sekolah swasta (48) dan MTs (16) serta pondok-pondok pesantren yang banyak terdapat di Kabupaten Purworejo.

Sehingga tak mengherankan jika ada sekolah swasta yang sama sekali belum mendapatkan murid sejak PPDB dibuka tanggal 15 Juni lalu.
Mengenai tahun ajaran baru, Sukmo menjelaskan bahwa, hingga kini juklak dan juknis mengenai tahun ajaran baru pada masa new normal belum juga turun. Sehingga Dinas Pendidikan belum bisa menentukan bagaimana sekolah era new habit di Kabupaten Purworejo. (Nurul MU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here