Selama 20 Tahun Menunggu, Kendal Bakal Miliki Bupati dari Ormas Besar NU

KH Yusuf Chudlori, Ketua DPW PKB Jawa Tengah, saat menyampaikan tausiyah politik pada Deklarasi Cinta NUrani yang dihadiri puluhan alumni santri pesantren API Tegalrejo Magelang di kediaman Calon Bupati Kendal Ustad Ali Nurudin, Rabu (14/10/2020) sore.

KENDAL (Sigi Jateng) – Dikenal memiliki tradisi khas masyarakat pesantren dengan Nahdlatul Ulama yang merupakan ormas besar, Kabupaten Kendal nantinya bakal memiliki seorang Bupati dari kader NU tersebut. 

Momentum tersebut dapat diwujudkan setelah akhirnya selama 20 tahun menunggu dengan majunya KH Ali Nurudin sebagai calon bupati Kendal di Pilkada Serentak 2020 ini. 

“PKB menunggu 20 tahun untuk menjadi pemenang di kabupaten Kendal. Alhamdulillah pemilu 2019, PKB mendapat amanat untuk menjadi pemenang. Dan hari ini harus kita jawab dengan menempatkan kader terbaik kita menjadi bupati Kendal,” ujar KH Yusuf Chudlori, Ketua DPW PKB Jawa Tengah, saat menyampaikan tausiyah politik pada Deklarasi Cinta NUrani yang dihadiri puluhan alumni santri pesantren API Tegalrejo Magelang di kediaman Calon Bupati Kendal Ustad Ali Nurudin, Rabu (14/10/2020) sore.

Pria yang akrab di sapa Gus Yusuf ini lebih lanjut mengatakan majunya Ustad Ali yang diusung PKB dan partai koalisi sebagai representasi kader NU bukan tanpa dasar. Sebab, selain latar belakangnya sebagai tokoh pesantren, Cabup Ustad Ali juga merupakan salah satu kader terbaik PKB. 

Menurutnya paslon lain boleh mengklaim didukung oleh NU, namun bicara tentang dukungan NU, mesin politik juga menjadi pertimbangan penting. “PKB sebagai parpol yang lahir dari rahim NU tak terbantahkan. PKB memiliki dua kekuatan utama, yaitu struktur dan kultur. Di Kendal, dengan terjunnya Gus Alam mengonsolidasi mesin parpol, akan menambah solid mesin PKB,” tutur dia.

“Selain itu, PKB yang lahir dari Rahim NU, kita juga memiliki kekuatan kultur. Dari tahlilan, yasinan, majelis sholawat, mujahadah, tradisi ini yang khas dimiliki oleh PKB,” sambung Gus Yusuf.

Sosok bupati dari kader NU dan tokoh pesantren, lanjut Gus Yusuf, menjadi penting mengingat kabupaten Kendal akan menjadi sentra pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah dengan dibukanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). 

Sebab itulah, diperlukan seorang pemimpin yang religius selain juga memiliki kapasitas intelektual mengurus birokrasi pemerintahan.
“Kita tentunya tidak ingin kemajuan ekonomi tapi berdampak pada rusaknya akhlaq dan akidah masayarakat. Pembangunan di Kendal harus berpondasikan pada spritualnya ahlussunah wal jamaah,” imbuh Gus Yusuf.

Cabup Ustad Ali mengatakan kedatangan Gus Yusuf memberikan motivasi kepada para alumni Ponpes Tegalrejo, akan menambah daya juang para alumni yang tersebar di hampir seluruh pelosok Kendal. 
Tak hanya alumni Tegalrejo, imbuh Ustad Ali, semangat itu juga merambah ke alumni pesantren Al Fadlu dan APIK Kaliwungu yang juga turut hadir dalam pertemuan. 

“Tentunya yang tak kalah penting, saya mengajak seluruh masyarakat Kendal untuk menjaga kondusivitas selama pelaksanaan Pilkada. Selain itu, tidak perlu terprovokasi beredarnya kampanye hitam menyerang paslon NUrani. Mari sama-sama berjuang dan berdoa semoga NUrani bisa menang dengan cara-cara yang bermartabat,” bebernya. 

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Paslon NUrani, Muhammad Makmun mengatakan, selain sebagai kader terbaik PKB, Ustad Ali adalah yang paling siap untuk maju sebagai calon bupati Kendal. Pihaknya juga meminta seluruh pengurus dan kader PKB untuk bekerja keras memenangkan paslon NUrani.

“Kita sudah menunggu 20 tahun agar Kendal punya bupati dari kader NU. Inilah momentum yang sangat tepat, untuk memenangkan kader PKB dan putera daerah. Ditambah calon wakilnya, Ibu Ani, sebagai simbol nasionalis, kaum perempuan, dan wakil dari Kendal wilayah atas, insya Allah harapan itu bisa terwujud,” tandas Makmun menyemangati pengurus dan kader PKB. (Dye)

Catatan Redaksi: Bersama lawan virus corona. Sigijateng.id, mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, lakukan 3M (Wajib Memakai Masker, Wajib Mencuci Tangan, Wajib Menjaga Jarak Hindari Kerumunan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here