Ribuan Calon Siswa di Jateng Cabut Berkas PPDB karena Takut Dipolisikan

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan keterangan pers, Selasa (23/6/2020).

SEMARANG (Sigijateng) – Fenomena aneh mewarnai proses penerimaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMAN/SMKN tahun 2020 di Jawa Tengah. Pasalnya,  seribuan dari orang tua siswa di Jawa Tengah secara berjamaah sengaja mencabut berkas PPDB.

Diduga kuat mereka telah meyeratkan surat keterangan domisili (SKD)  aspal. Kemudia kemudian mereka takut dengan ancaman Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Yakni akan membawa ke ranah hukum (kepolisian) bagi yang nekat membuat SKD palsu.

Adanya ribuan orang mancabut SKD ini diketahui saat Ganjar Pranowo melakukan saat sidak proses penerimaan PPDB di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Rabu (24/6/2020).

Dari laporan panitia, hingga hari Rabu ada 1.007 pendaftar yang menggunakan SKD mencabut berkasnya.

“Sampai hari ini sudah ada 1.007 pendaftar yang menggunakan SKD yang cabut berkas untuk mendaftar kembali dengan data yang benar,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Jumeri.

Atas kejadian itu, Ganjar bahkan sempat menelpon salah satu orang tua siswa yang mencabut berkas SKD itu. Kepada Ganjar, orang tua calon siswa berinisial S membenarkan bahwa SKD yang digunakan adalah palsu.

“Anak saya ingin sekolah di SMAN2 Pati pak, sementara rumah saya jauh. Saya ditangisi anak, jadi bingung. Anak saya coba pakai jalur prestasi, tapi kegeser. Akhirnya saya berusaha mencari itu (SKD),” kata S kepada Ganjar melalui telepon.

Kades Masih Saudara

S mengaku bahwa untuk memperoleh SKD itu, dirinya meminta tolong kepala desa di sekolah yang akan dituju. Kebetulan, kepala desa tersebut masih saudara dengan S.

“Kadesnya masih saudara, jadi gampang pak. Gratis lagi,” imbuhnya.

Namun S akhirnya sadar bahwa apa yang dilakukannya itu salah. Setelah diperingatkan oleh panitia PPDB sekolah dan membaca berita, ia memutuskan untuk mencabut berkas SKD anaknya.

“Saya cabut karena takut pak, selain itu memang sudah diingatkan pihak panitia. Saya juga menyadari, bahwa saya salah, jadi saya cabut,” terangnya.

Namun demkian, bukannya Ganjar memarahi. Namun Ganjar justru mengucapkan terimakasih kepada S yang mau sadar dan jujur untuk mencabut berkas SKD nya.

Ganjar berharap, S tetap mendukung proses belajar anaknya dengan penuh kejujuran.

“Maturnuwun panjenengan jujur (terimakasih anda sudah jujur), njenengan mbantu luar biasa. Salam buat ananda ya,” ucap Ganjar.

Ganjar menerangkan, ada banyak temuan saat dirinya sidak ke kantor Disdikbud Jateng hari ini. Diantaranya terkait sertifikat lomba, zonasi dan SKD.

“Alhamdulillah muncul kesadaran, sehingga orang menarik SKD. Bahwa hipotesis kami yang menduga ada banyak pemalsuan SKD ada benarnya, bahwa mereka mengada-ada. Buktinya sekarang banyak yang mencabut,” pungkas Ganjar. (kom/Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here