PW GP Ansor Jateng dan Undip Bekerjasama Adakan Latihan Kerja Secara Online

Wakil Rektor bidang akademik dan kemahasiswaan Undip, Prof Dr Budi Setiono. (foto humas undip)

SEMARANG (Sigi Jateng) – GP Ansor Jawa Tengah dan Universitas Diponegoro (Undip) bekerja sama membuat program pelatihan online yang dilakukan secara bertahap mulai Juli hingga November 2020. Untuk tahap pertama terdiri dari 12 tema yang dimulai Juli-September 2020. Selanjutnya pada tahap kedua pada Oktober-November 2020. 

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip Prof Dr Budi Setiono menyatakan diharapkan peserta dapat meningkatkan ilmu secara substantive dan empiric tapi juga dapat melangkah lebih lanjut seperti pemberian sertifikasi. 

“Di Undip saat ini sudah memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang saat ini kita gerakkan untuk kegiatan pelatihan seperti ini, sehingga mendapatkan Learning Outcome (LO) yang akuntable,” ungkapnya Senin (13/7/2020).

Ketua GP Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Aly. (foto Humas undip)

Dalam proses pembelajaran, Undip memperkenalkan proses LO, maka dalam setiap pelatihan, ilmu-ilmu yang setiap dipelajari akan memiliki referensi dan skill yang diukur kemampuannya. 

“Jadi sebelum dan sesudah pelatihan adanya perbedaan pengetahuan dan kompetensi maka pelatihan itu berhasil. Tapi kalau tidak ada peningkatan maka bisa dikatakan tidak berhasil,” ujarnya.

Pelatihan dengan proses pembelajaran kemudian wajib dipraktekkan sendiri, serta dapat diukur oleh pemateri dan panitia. 

“Kami berharap setiap pelatihan dapat kita pertanggungjawabkan dan dapat memonitor bagaimana saat alumni berada di tengah masyarakat. Maka pelatihan itu dapat meningkatkan efek yang sangat besar,” ungkapnya.

Sementara itu, ketua GP Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Aly mengatakan bahwa peserta yang mengikuti pelatihan ini membludak diluar target.

Peserta pelatihan online


“Awalnya kita membatasi hanya seratus peserta, tapi karena yang mendaftar sudah lebih dari empat ratus kami tetap berupaya agar seluruh pendaftar dapat ikut seluruhnya dengan meningkatka kapasitas audien,” katanya.

Pria yang akrab disapa Gus Solah ini mengatakan pemateri pelatihan ini terdiri dari kader GP Ansor dan  dosen Undip, peserta terbuka untuk masyarakat umum. 

“Kami ingin memberikan support pada masyarakat untuk segera bangkit dari keterpurukan dengan mengembangkan keterampilan dan kreatifitasnya dari rumah,” ujar Gus Sholah.

Budi Setiono menambahkan, dengan proses pembelajaran secara online dan peserta tidak dibatasi ini akan berdampak baik bagi masyarakat. Situasi pendemi Covid-19 ini membuat hampir seluruh aspek mengalami distrusi. 

“Ini menjadikan peluang bagi masyarakat yang ada di desa untuk segera melakukan perubahan dengan membiasakan bekerja dari rumah, banyak bidang yang awalnya dapat dilakukan secara besar atau produksi secara besar, kini hampir tidak mungkin dilakukan saat sebelum pendemi (Covid-19). Maka sekarang banyak hal dilakukan skala kecil, maka pelatihan seperti ini dapat mengisi kekosongan pelayanan dan produksi secara masal,” ujar Budi.

Baca Berita Lainnya:


Beberapa waktu lalu produsen pabrik besar dapat melakukan produksi secara massif dan masal. Tapi saat ini harus sudah bisa dilakukan secara kecil. 

“Produksi seperti sabun, makanan, dan kebutuhan rumah tangga sulit dilakukan secara masal, sudah harus dalam skala kecil atau rumah tangga. Sehingga pelatihan-pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan,” pungkasnya. (Mushonifin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here