PT Rekind Janji Segera Bangun Infrastruktur Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Cirebon-Semarang

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa dan jajaran stakeholder terkait, saat acara Rakor di Hotel PO Semarang, Selasa (11/8/2020)

SEMARANG (SigiJateng) – Tidak ada progres hingga 14 tahun atas pembangunan infrastruktur Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Semarang – Cirebon (Cisem), PT Rekayasa Industri (Rekind) Rekind selaku pemenang lelang pada tahun 2006 lalu, berjanji akan memulai membangun pada bulan September 2020.

Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Pipa Gas Bumi Transmisi Gas Bumi Ruas Cirebon Semarang (Cisem), di Hotel PO Jalan Pemuda Semarang, Selasa (11/8/2020).

Rakor dibuka Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan jalannya rakor dipimpin Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa. Hadir dalam rakor beberapa stakeholder terkait yaitu PT Rekayasa Industri (Rekind), Anggota Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno, Rofiq Hananto, Ridwan Hisjam, Abdul Wahid, Kementerian Perindustrian, Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Bappenas, Sekretaris Kabinet, Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Kadin, Hipmi, Badan Usaha calon shipper, BUMN, BUMD, Pengelola Kawasan Industri Kendal, Pengelola Kawasan Industri Terpadu Batang, dan Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) sebagai calon konsumen.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa mengatakan, mempercepat dan melanjutkan pembangunan infrastruktur ini adalah sejalan dengan Visi Presiden Jokowi tahun 2019 – 2024. Tujuan pembangunan infrastruktur ini untuk menjaga ketersediaan energy, yang kemudian dapat diakses dan dinikmati oleh semua pihak baik masyarakat kecil maupun industri secara langsung sekaligus mendukung program diversifikasi energy.

“Pelaksanaan pembangunan pipa transmisi gas bumi ruas Cirebon – Semarang (CISEM) ini adalah wujud pelaksanaan tugas dan fungsi BPH Migas dalam pengusahaan transmisi dan distribusi Gas Bumi di Indonesia,” kata Fanshurullah Asa.

Berdasarkan Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional (RIJTDGBN), kata dia, proyek ini sudah dimulai tahun 2006. Saat itu BPH Migas telah melelang ruas transmisi yang salah satunya adalah ruas CISEM, dan PT Rekayasa Industri (Rekind) ditetapkan sebagai pemenang lelang berdasarkan SK Kepala BPH Migas nomor 035/Kpts/PL/BPH Migas/Kom/III/2006 tanggal 21 Maret 2006 dengan spesifikasi penawaran lelang adalah diameter 28”, panjang 255 Km, kapasitas desain 350-500 MMSCFD, nilai investasi 169,41 juta USD.

“Sejak penetapan PT Rekayasa Industri (Rekind) sebagai pemenang lelang pipa transmisi ruas Cirebon Semarang tahun 2006 dan ground breaking pada bulan Februari tahun 2020, sudah 14 tahun pembangunan ruas pipa tersebut belum ada kemajuan yang berarti,” katanya.

Jika pembangunan pipa transmisi gas bumi ruas CISEM ini jadi, kata dia, diharapkan dapat mendorong pengembangan kawasan-kawasan industri baru di sepanjang jalur pipa CISEM. Dan para pelaku industri diharapkan dapat beralih dari penggunaan Bahan Bakar khususnya HSD dengan memanfaatkan gas bumi dalam pengoperasiannya, sehingga dapat memaksimalkan pemanfaatan Gas Bumi domestik.

“Pembangunan pipa transmisi gas bumi ruas CISEM ini akan sangat bermanfaat dalam mendukung terintegrasinya pipa gas bumi trans Sumatera dan Jawa. Kedepan BPH Migas akan melaksanakan lelang ruas pipa transmisi seperti Ruas Dumai – KEK Seimangke serta Lelang Wilayah Jaringan Distribusi (WJD) yang telah diusulkan oleh Badan Usaha sejumlah 193 wilayah untuk peningkatan pemanfaatan Gas Bumi di Indonesia,” katanya.

“Rapat Koordinasi ini diharapkan dapat merumuskan dan menyepakati langkah-langkah konkrit sebagai upaya mengatasi kendala dalam rangka mempercepat realisasi pembangunan pipa transmisi gas bumi ruas CISEM,” katanya.

Saat ini PT Rekind telah melakukan kajian, survey, pengujian, perijinan, dan engineering dan diharapakan pada bulan September 2020 ini akan segera melakukan pembangunan dan konstruksi pipa yang dimulai dari Semarang dan ditargetkan selesai pada bulan Februari 2022.

Sementara, Kabag. Hukum dan Humas Ady M.R. BOH Migas mengatakan, kesimpulan dari Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Pipa Transmisi Ruas Cirebon – Semarang ini yakni, Pertama; anggota Komisi VII DPR RI dan Gubernur Jawa Tenggah mendorong PT Rekind agar segera melakukan pembangunan pipa ruas Cirebon – Semarang paling lambat dimulai pada bulan September 2020 karena sudah groundbreaking pada tanggal 7 Februari 2020. Kedua: Mendorong agar PT Rekind segera menandatangani Gas Transportation Agreement (GTA) dengan calon shipper dan segera ditandatangani Final Investment Dicision (FID). Ketiga; Proyek Ruas Transmisi Cirebon – Semarang merupakan proyek strategis nasional sesuai dengan Perpres 79 tahun 2019 mengenai Peraturan Presiden (PERPRES) tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal – Semarang – Salatiga – Demak – Grobongan, Kawasan Purworejo – Wonosobo – Magelang – Temanggung, dan Kawasan Brebes – Tegal – Pemalang.

Baca Berita Lainnya

Keempat; proyek transmisi Cirebon – Semarang bersama dengan pipa transmisi ruas WNTS – PEMPING dan ruas Dumai – Sei Mangke sudah masuk dalam usulan Kementerian ESDM untuk ditetapkan sebagai PSN 2020. Dan Kelima; pipa Ruas Transmisi Cirebon – Semarang akan mendukung kebutuhan energi dan bahan baku untuk pengembangan kawasan industri di wilayah Batang, Kendal, Industri Metanol, pembangkit tenaga listrik dan pemenuhan kebutuhan Kilang Balongan.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada kesempatan itu meminta kepada PT Rekind untuk segera mengerjakan proyek ini sampai selesai, mengingat saat ini sudah siap semua. “Saya minta di percepat. Apakah dua minggu ke depan sudah bisa dimulai (pembangunannya). Kalau tidak bisa mau kapan? Bulan depan harus sudah dilakukan loh. Saya menunggu informasi secepatnya,” kata Ganjar. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here