Polda Jateng Sembelih 221 Sapi dan 519 Kambing

Suasana sholat Idul Adah 1441 H Mako Brimob Srondol Banyumanik Semarang. (foto humas polda jateng)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi melaksanakan Sholat Idul Adha dan Penyerahan Hewan Kurban di Lapangan Mako Brimob Srondol Semarang pada Jum’at (31/7/2020).

Pada kesempatan ini, Kapolda Jateng menyerahkan hewan Qurban dan pembagian Hewan Kurban secara simbolis sebanyak 10 ekor sapi dan 14 ekor Kambing kepada Panitia Qurban Polda Jateng.

Ketua Panitia Kurban Polda Jawa Tengah Karo SDM Polda Jateng Kombes Pol Drs. Iriansyah, SH menjelaskan untuk jumlah hewan kurban Polda Jateng sebanyak 221 ekor sapi dan 519 ekor kambing.

“Yang sudah terkumpul Sapi dan Kerbau berjumlah sebanyak  221 ekor dan Kambing sebanyak 519. Adapun yang akan disembelih di Mako Sat Brimob ini 10 ekor Sapi dan 11 ekor kambing,” katanya.

Suasana penyembelihan hewan qurban. (foto humas polda jateng)

Adapun penyembelihan dilakukan oleh tenaga ahli yang didatangkan dari Pati berjumlah lima orang dan dibantu oleh anggota Sat Brimob Polda Jawa Tengah dengan tetp memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Pendistribusian daging kurban dilakukan setelah shalat Jum’at sebanyak 1.500 bungkus dengan rincian kepada PHL, PNS dan Bntara Polri Polda Jawa Tengah sebanyak 500 bungkus, yayasan dan panti asuhan sebanyak 200 bungkus, warga asrama Sat Brimob dan sekitar Mako sebanyak 800 bungkus. 

Dalam shalat Ied tersebut, Polda Jateng mengundang Wakil Ketua BAZNAS Jateng, K.H. Dr. Drs. Rosihan, S.H , M.Ag. Kiai Rosihan menjelaskan intisari dari kewajiban berkurban umat muslim.

“Sabar adalah sebuah pengorbanan, seperti dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, Ketika Nabi Ibrohim mendapat perintah Allah SAW menyembelih putranya Nabi Ismail, sangat berat akan tetapi beliau baik Nabi Ibrohim dan Nabi Ismail Iklas dan sabar, akan tetapi korban manusia terlalu mahal maka Allah SWT menggantikan dengan hewan kurban,” jalasnya dalam Khotbahnya.

Baca Berita Lainnya:

Kiai Rosihan menjelaskan bahwa yang di sembelih adalah sifat sifat Kehewanan, apalagi saat ini masih dalam situasi Pandemi COVID-19 kita harus menyikapi dengan sabar dan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan dan jangan mengorbankan kehidupan masyarakat di lingkungan kita bila tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Dan jangan sampai disaat Pandemi COVID-19 ini kita bersifat seperti binatang,” tegas Kiai Rosihan. (Mushonifin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here