Pjs Walikota Semarang Evaluasi Rencana Pembelajaran Tatap Muka Januari 2021, Ini Alasannya

Pjs Walikota Semarang, Tavip Supriyanto. (DOK.)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Pjs Walikota Semarang, Tavip Supriyanto akan mengevaluasi kembalu rencana kebijakan sekolah tatap muka karena angka covid-19 di Kota Semarang yang masih fluktuatif.

“Untuk sekolah tatap muka kita masih menunggu dari pemerintah pusat walaupun wacananya akan dilakukan Januari 2021. Karena jumlah pasien covid-19 di Kota Semarang masih fluktuatif di angka 500-an. Tiga hari yang lalu sudah sempat turun tapi sekarang malah naik lagi. Jadi kami masih akan mengevaluasi lagi rencana ini,” ujarnya pada Selasa (24/11/2020).

Namun begitu, Tavip mengatakan bahwa sebenarnya angka kesembuhan dan kepulangan pasien covid-19 sebenarnya cukup tinggi.

“Kalau tingkat kesembuhan, melihat data di rumah dinas Walikota setiap bulannya ada sekitar 30-40 pasien yang sembuh. Tapi hal itu ternyata juga masih fluktuatif karena terus bermunculan klaster-klaster baru terutama dari klaster keluarga yang sangat mendominasi,” jelasnya.

Walaupun angka pasien covid terlihat fluktuatif, Tavip mengatakan kapasitas ruang isolasi masih sangat cukup untuk saat ini.

“Untuk kapasitas ruang isolasu sendiri masih ada kurang lebih 70-an ruang tersisa,” tukasnya.

Pemkot Semarang sendiri saat ini berkonsentrasi melakukan tracing kepada klaster-klaster keluarga yang dianggap sebagai klaster dengan penularan tercepat.

“Untuk klaster keluarga kami terus melakukan tracing. Dalam dua minggu ini kami dibantu oleh puskesmas juga mendustribusikan vitamin bagi kelompok rentan, yaitu orang-orang yang memiliki komirbid tinggi dan bagi ibu hamil,” bebernya.

“Makanya saya berharap kepada masyarakat Kota Semarang betul-betul menjaga protokol kesehatan supaya angka pasien covid ini segera melandai,” pungkasnya. (mushonifin)

Berita Terkini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here