Pilih Kurban Seekor Kambing atau Sapi Patungan? Menurut Imam Syafi’i Ini Yang Lebih Utama

Ilustrasi: Lebih baik kurban kambing sendirian atau sapi patungan 7 orang?

SIGIJATENG –  Menyembelih hewan kurban adalah salah amalan ibadah terbaik bagi umat Islam yang mampu, tidak sedang haji,  ketika datang hari raya Idul Adha. Kurban boleh unta, sapi, kambong dan domba. Namun karena di Indonesia tidak ada unta, maka hewan yang  banyak dibuat kurban adalah sapi dan kambing.

Dan sering kita temukan masyarakat Muslim, ada yang kurban sapi dengan berkongsi hingga tujuh orang. Kurban cara ini banyak dilakukan dengan pertimbangan, diantaranya karena belum mampu korban sapi sendirian, kurban seekor sapi  bisa untuk tujuh orang,  dagingnya lebih banyak jika disbanding dengan daging tujuh  kambing, serta banyak orang yang menghindari daging kambing dengan alasan kesehatan, yakni darah tinggi.

Jika Anda tahun ini mau korban, anda mau kurban apa? Seekor kambing sendirian  atau sapi patungan? Sebetulnya, mana di antara keduanya yang lebih utama?

Pengajar Ma’had Daarussunnah Bekasi, Ustadz Muhammad Azizan dikutip dari republika.go.id, menjelaskan, sebelum menjawab pertanyaan itu, ada baiknya menyampaikan hewan kurban yang paling utama dikurbankan.

Menurut dia, para ulama berbeda pendapat tentang jenis hewan yang paling utama untuk dikurbankan pada Hari Idul Adha dan hari-hari tasyriq.

Imam Abu Hanifah, Imam Syafii, dan Imam Ahmad berpendapat, hewan kurban yang terbaik untuk dikurbankan sesuai urutan adalah seekor unta, seekor sapi, dan seekor kambing atau domba. Semua hewan ini diqurbankan secara sendirian tanpa berkongsi.

Urutan tersebut didasarkan pada hadits riwayat Bukhari dan Muslim. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mandi janabah pada Jumat, kemudian berangkat ke masjid, maka seolah-olah ia berkurban seekor unta. Siapa yang berangkat di waktu kedua maka seolah-olah ia menyembelih seekor sapi. Siapa yang berangkat di waktu ketiga, seolah-olah ia menyembelih seekor kambing.”

Sementara itu, mazhab Malikiyah berpendapat berkurban seekor kambing/domba lebih baik daripada berkurban seekor unta maupun sapi. Ini didasarkan pada hadits Anas bin Malik yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

“Nabi SAW menyembelih dua ekor domba jantan yang bertanduk besar, beliau membaca tasmiyah dan bertakbir (ketika menyembelih),” demikian bunyi hadits tersebut.

Dalam kitab Al Majmu Syarah Al Muhadzzab, disebutkan mengenai kemungkinan alasan mengapa Nabi SAW berkurban dengan dua ekor domba jantan itu. Pertama, beliau ingin menyampaikan soal bolehnya berkurban dengan jenis kambing atau domba. Kedua, kemungkinan saat itu Nabi SAW belum memiliki harta yang cukup untuk menyembelih unta atau sapi.

Lantas pendapat mana yang lebih kuat? “Pendapat jumhur ulama, yaitu menyembelih seekor unta sendirian itu lebih utama. Jika tak mampu maka yang utama adalah berkurban seekor sapi sendirian. Dan jika tak mampu, yang utama menyembelih seekor kambing atau domba,” kata Ustadz Azizan kepada Republika.co.id, Jumat (24/7).

Dijelaskan alumnus Fakultas Syariah Universitas Al-Imam Muhammad Bin Su’ud Riyadh Cabang Jakarta ini, pendapat jumhur ulama tersebut didasarkan pada hadits pertama yang telah disebutkan, dan juga karena unta dan sapi lebih banyak dagingnya sehingga manfaatnya pun lebih luas.

Imam Nawawi pun menyampaikan, berkurban dengan seekor kambing/domba itu lebih utama dibandingkan dengan berkongsi tujuh orang untuk berkurban unta atau sapi dengan dilandasi kesepakatan tentunya. Pendapat ini pula yang dipegang ulama Syafiiyah.

“Dan berkurban dengan tujuh ekor kambing lebih utama daripada menyembelih seekor unta atau sapi menurut pendapat yang lebih benar dari dua pendapat yang ada, karena banyaknya darah yang ditumpahkan,” ucap Ustadz Azizan mengutip pendapat Imam Nawawi. (Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here