Pemkot Semarang Terus Kembangkan Sektor Wisata di Tengah Pandemi dengan Disiplin Protokol Kesehatan

SEMARANG (Sigi Jateng) – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyelenggarakan Bimbingan Teknis dan Program penerapan Cleanlines, Healthy, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) untuk pegiat wisata Kota Semarang di Hotel Grasia mulai Senin hingga Selasa (23-24/11/2020).

CHSE adalah sebuah program wisata yang mengedepankan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkingan.

Indriyasari, selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang mengatakan bahwa tidak hanya protokol kesehatan bagaimana diterapkan. 

“Kami ingin para pegiat wisata bisa melampaui pandemi ini dengan berbagai upaya,” ucapnya saat penutupan kegiatan pada Selasa (24/11/2020).

“Di Kota Semarang kami tidak bisa sendiri,” ujarnya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk memajukan wisata Kota Semarang di tengah pandemi. 

Wanita yang akrab disapa Iin itu mengajak pihak-pihak lain seperti akademisi, pebisinis, komunitas, hingga pelaku media untuk membantu membangkitkan dunia wisata. Iin juga telah berkoordinasi dengan daerah lain dalam hal membangun jalur wisata baru.

“Kita harus semakin menguatkan sinergi untuk membangkitkan wisata. Kami bekerjasama dengan daerah-daerah tetangga seperti Kendal, Demak, Kabupaten Semarang, Temanggung, Salatiga, Magelang, Solo, dan lain-lain,” ungkapnya.

Iin menjelaskan bahwa kegiatan wisata tidak bisa dilakulan secara virtual seperti kegiatan hiburan yang lain. Hal itu karena para wisatawan sebenarnya mencari sensasi kenikmatan ketika mengunjungi sebuah destinasi.

“Karena pariwisata itu tidak bisa virtual, para wisatawan harus merasakan langsung nuansa wisata yang dia jalani. Maka kita harus berinovasi dengan menyesuaikan situasi pandemi,” bebernya.

“Jadi kami terimakasih dengan apa yang sudah para pelaku wisata sejauh ini. Kami optimis bahwa kita akan bangkit kembali,” tambahnya.

Iin juga menyampaikan kepada pengelola tempat wisata yang belum mengikuti sertifikasi CHSE untuk segera mendaftarkan diri.

“Kami juga sampaikan bagi pelaku wisata yang belum tersertifikasi CHSE untuk segera mengikuti program sertifikasi tersebut,” pungkasnya.

Nur Wahid, salah satu pembicara dalam bimbingan teknis mengatakan bahwa pegiat wisata adalah motor untuk memperkenalkan hal-hal positif.

“Penggiat wisata adalah salah satu motor untuk memperkenalkan hal-hal positif di Semarang apalagi Kota Semarang telah mendapat penghargaan Kota Terbersih se Asia Tenggara,” jelasnya.

“Tapi kita harus mempertahankan kebersihan itu. Mengaplikasi kenersihan itu bagaimana, malu kan kita kalau sudah dapat penghargaan Kota Terbersih malah ternyata masih kotor,” pungkasnya. (Rifky Akbar)

Berita Terkini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here