OJK dan Pemprov Jateng Percepat Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Tengah

SEMARANG (SigiJateng) — OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY bersama Bank Jateng, Bank Himbara, serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Senin (15/9/2020) melakukan pertemuan melalui video conference membahas mengenai solusi bersama untuk memperbaiki perekonomian Jawa Tengah yang pada triwulan II tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar 5,94%.

Salah satu upaya yang akan dilakukan oleh perbankan adalah percepatan ekspansi kredit pada sektor-sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan sangat berperan menggerakan ekonomi Jawa Tengah agar tumbuh positif, diantaranya yang merupakan empat sektor terbesar yaitu sektor perdagangan, industri pengolahan, pertanian dan konstruksi.

Perbankan berkomitmen melakukan ekspansi kredit secara masif terhadap sektor tersebut dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian. Sampai saat ini pertumbuhan ekspansi kredit perbankan di Jawa Tengah terhadap sektor tersebut masih terjaga positif.

Dalam pertemuan tersebut disepakati tiga hal, yakni: Pertama; Pemprov. Jawa Tengah akan menyediakan data calon debitur potensial dan terdampak Covid-19 kepada perbankan. Dengan adanya tambahan modal atau likuiditas dari perbankan, calon debitur tersebut diharapkan menjadi lebih produktif, sehingga turut memberikan andil positif pada PDRB Jawa Tengah.

Kedua; Seluruh pihak akan bersinergi melalui wadah Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) untuk melakukan business matching/roadshow potensi ekonomi daerah di seluruh Kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah.

Ketiga; Seluruh pihak akan mempercepat proses perizinan sebagai dukungan dalam pemulihan ekonomi Jawa Tengah.

Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY Aman Santosa juga menyampaikan apresiasinya terhadap realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dilakukan perbankan di Jawa Tengah. Berdasarkan data per 2 September 2020, restrukturisasi kredit perbankan di Jawa Tengah telah mencapai angka Rp58,34 triliun dengan debitur yang telah direstrukturisasi sebanyak 1.143.714 account.

“Komposisi restrukturisasi terhadap mikro mendominasi restrukturisasi yang dilakukan perbankan yaitu sebesar Rp20,57 triliun atau 35,27% dari total restrukturisasi,” katanya.

Kemudian terkait dengan Penempatan Uang Negara yang telah ditempatkan di Bank Himbara dan Bank Jateng telah disalurkan sebesar Rp9,11 triliun naik sebesar 240,80% (mtm) dengan 191.893 debitur naik sebesar 249,07% (mtm) dengan sektor yang mendominasi ekspansi kredit adalah sektor perdagangan besar eceran, pertanian dan industri pengolahan. Program PEN lainnya yaitu pemberian subsidi bunga, dengan realisasi subsidi bunga di Jawa Tengah per 7 September 2020 sebesar Rp221,82 miliar dengan total debitur sebanyak 946.458 debitur.

Baca Berita Lainnya

Selain sektor perbankan, program PEN lainnya yang telah direalisasikan di Jawa Tengah adalah penjaminan kredit oleh Askrindo dan Jamkrindo yang hingga 4 September 2020 telah mencapai Rp656,87 miliar dengan total debitur sebanyak 1.204 terdiri dari debitur UMKM dan Komersial.

Aman berharap hasil koordinasi dan kesepakatan yang dihasilkan ini dapat segera ditindaklanjuti oleh seluruh pihak khususnya pelaku jasa keuangan di Jawa Tengah sehingga dapat mendorong kembali perkembangan usaha masyarakat dan UMKM di masa pandemi yang pada akhirnya diharapkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. (Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here