Muhammadiyah Anjurkan Kurban Idul Adha Tahun 2020 Diganti Sumbangan Uang, Ini Dalilnya

JOGJA (SigiJateng) – Karena pandemi COVID-19, PP Muhammadiyah menganjurkan agar kurban Idul Adha 1441 H (2020 M ) nanti diganti dengan sumbangan berupa uang.

Hal ini disampaikan Ketua Muhammadiyah Covid- 19 Command Center Pengurus Pusat Muhammadiyah Agus Syamsudin saat jumpa pers di kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (24/6/2020).

Agus Syamsudin menjelaskan, pandemi COVID-19 telah menimbulkan masalah sosial ekonomi dan membuat jumlah kaum dhuafak meningkat. Sangat disarankan agar umat Islam yang mampu untuk lebih mengutamakan bersedekah berupa uang daripada menyembelih hewan kurban.

“Berkurban dan membantu duafa, keduanya mendapatkan pahala di sisi Allah SWT. Namun berdasarkan beberapa dalil, memberi sesuatu yang lebih besar manfaatnya untuk kemaslahatan adalah yang lebih diutamakan,” terang Agus, yang dalam kesempatan itu juga diumumkan bawah Hari Raya Iduladha 10 Dzulhijjah 1441 Hijriyah jatuh pada Jumat 31 Juli 2020.

Meski demikian, kata Agus, Muhammadiyah tidak melarang kepada umat Islam yang ingin berkurban hewan, namun hendaknya bisa melakukannya sesuai protokol new normal. Penyembelihan hewan kurban lebih baik dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH) agar lebih sesuai syariat dan higienis.

“Bagi mereka yang memotong di luar RPH, diimbau membatasi jumlah hewan yang disembelih agar bisa lebih cepat selesai. Maksimal 3 jam. Dan  membatasi orang agar tidak terjadi kerumunan,” katanya.

Kalau ada kelebihan hewan kurban, pengurus masjid bisa mengalokasikan ke wilayah lain yang masih kekurangan jumlah hewan kurban.

Proses pengiriman daging kurban juga perlu diubah sesuai standar new normal. Para pengurus masjid disarankan untuk mengirimkan daging kurban langsung ke rumah-rumah warga. Jangan membagi daging dengan mengundang penerima sehingga terjadi kerumunan. (mp/aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here