Melawan Saat Ditangkap, Jambret Ini Dihadiahi Timah Panas Petugas

Kapolsek Serengan, Kompol Suwanto, tunjukan barang bukti hasil penjambretan, Senin (23/11/2020).

SOLO (SigiJateng) – Seorang pelaku penjambretan, di kawasan Pasar Kliwon, Solo, meringis kesakitan setelah dihadiahi Timah Panas petugas. Dia adalah Marwan Ardhi Kusuma alias Togog. Tersangka aksi penjambretan ini terpaksa dilumpuhkan, lantaran melawan saat ditangkap unit Reskrim Polsek Serengan.

Dia ditangkap petugas di rumahnya di kawasan Pasar Kliwon, setelah melakukan aksi penjambretan di ruas jalan Yos Sudarso, tepatnya di utara Pasar Harjodaksino awal bulan November lalu.

Pelaku berdalih nekat melakukan aksi penjambretan karena membutuhkan uang. Pasalnya pasca bebas bulan Mei lalu, pelaku tak memiliki pekerjaan.

” Uangnya buat kehidupan sehari-hari, sama buat mabuk-mabukan sama temen-temen,” terang tersangka yang tergolong residivis ini.

Setelah uang habis, barulah Togog mencari mangsa. Dengan menggunakan sepeda motor Yamaha N-Max warna Hitam dengan Nopol AD 6143 ARF, tersangka menyusuri jalan-jalan Kota Solo. Sesampai di ruas Jalan Yos Sudarso tersangka melihat seorang wanita memainkan Handphone miliknya.

Tanpa pikir panjang, tersangka langsung tancap gas. Menggunakan tangan kirinya pelaku merebut paksa Handphone milik korban dan langsung kabur ke arah selatan. pelaku sempat dikejar oleh pengendara lain, namun berhasil lolos setelah masuk ke jalan perkampungan.

Kapolsek Serengan, Kompol Suwanto mengatakan kasus ini berhasil terungkap setelah pihak kepolisian berhasil menemukan keberadaan Handphone tersebut yang ternyata sudah dijual oleh pelaku.

“Kita melakukan pengembangan, ternyata dijual lewat penadah,” ujar Kapolsek.

Penadah tersebut, memiliki berinisial JP alias Katno, warga Mojolaban Kabupaten Sukoharjo.

“Penadah ini tahu kalau barang yang dijual lewat dirinya ini merupakan barang hasil curian, dan sudah beberapa kali membantu menjualkan barang hasil kejahatan,” tutur Kapolsek.

Dari Katno, pihak yang berwajib mendapat alamat dari Togog. Namun, Suwanto menuturkan saat akan dilakukan penangkapan pelaku berupaya melawan sehingga mengancam nyawa petugas. Sehingga pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas.

“Dari hasil pengembangan, setelah bebas dari penjara pelaku ini melakukan aksi di Wilayah hukum Pasar Kliwon dan Laweyan. di Pasar Kliwon menjambret HP juga, sedangkan di Laweyan mendapat tas berisi uang tunai Rp. 7 juta. Sasarannya sama, wanita. Setelah dari sini akan kita limpahkan ke Laweyan dan Pasar Kliwon untuk pengembangan TKP yang lain,” ungkap Kapolsek.

Dari tangan tersanfka sendiri, pihak yang berwajib mengamankan HP hasil kejahatan, serta sepeda motor yang merupakan sarana kejahatan. Selain timah panah, Togog terancam hukuman pejara maksimal 9 tahun karena dijerat pasal 365 KUHP tentang Curas. Sedangkan Katno dijerat dengan pasal 480 ayat 2 KUHP tentang penadahan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (Raditya Hermansyah)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here