Masjid Raya Segera Baiturrahman Direhab dengan Anggaran Ratusan Miliar Rupiah

Masjid Maiturrahman Simpang Lima Semarang

SEMARANG (SigiJateng) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana merenovasi dan merehab Masjid Raya Baiturrahman, Simpanglima Semarang.

Ketua Umum Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman Dr KH Ahmad Darodji MSi menjelaskan, Kementerian PUPR menyiapkan anggaran Rp 150 untuk bangunan tujuh lantai di belakang masjid. Sedang untuk renovasi bangunan utama masjid, menara dan pertamanan diperkirakan menghabiskan anggaran Rp 20 miliar hingga Rp 25 miliar.

‘’Kami menyampaikan terima kasih atas semua bantuan tersebut. Mudah-mudahan berkah dan segera terwujud menjadi kenyataan.Masjid Raya Baiturrahman akan menjadi cantik dan bersinar, nyaman untuk beribadah,’’ kata Kiai Darodji yang juga Ketua Umum MUI Jawa Tengah itu usai rapat Senin (14/9/2020). Hadir dalam rapat tersebut Wakil Ketua Umum MUI Jateng Prof Dr H Ahmad Rofiq MA, dan para pejabat di lingkungan PUPR Jateng.

Menurut Kiai Darodji, bangunan tujuh lantai akan digunakan untuk lembaga pendidikan, perkantoran YPKPI Baiturrahman, unit usaha dan parkir di lantai bawah. Bangunan utama masjid dan menara akan dipercantik demikian pula perkantoran Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang terletak tepat di sebelah utara masjid juga akan dipercantik.

Direktur Bina Penataan Bangunan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Ir Diana Kusumastuti MT menjelaskan, Masjid Raya Baiturrahman merupakan salah satu Ikon Kota Semarang dan memiliki daya Tarik wisata, seiring perjalanan waktu Masjid Baiturrahman mulai tenggelam sehingga memerlukan revitalisasi. ‘’Tahun Anggaran 2018 telah dilaksanakan penataan tetapi belum secara keseluruhan sehingga masih kurang signifikan perubahannya. Sesuai arahan Bapak Menteri PUPR setelah Masjid Istiqlal selesai dilaksanakan dengan hasil luar biasa, maka Masjid Raya Baiturrahman juga harus direhab total seperti Masjid Istiqlal sehingga perubahannya dapat dirasakan langsung,’’ katanya.

Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita) menjelaskan, Pemerintah Kota Semarang diminta Menteri PUPR untuk ikut mengawal rencana Penataan Masjid Raya Baiturrahman terkait proses-proses perizinan dan lain sebagainya.

‘’Masjid Raya Baiturrahman memang dulunya ikon Kota Semarang dan juga merupakan bangunan cagar budaya sehingga penataannya harus melibatkan rekomendasi dari Ahli Cagar Budaya. Masjid ini merupakan salah satu destinasi wisata religi di Kota Semarang, sehingga setelah dibangun oleh Kementerian PUPR TA.2021 diharapkan dapat mengembalikan Baiturrahaman menjadi Ikon masjid di tengah kota yang membanggakan, khusus umat Muslim dan secara umum Kota Semarang.’’ Kata Mbak Ita.

Baca Berita Lainnya

Ahmad Rofiq mengharapkan, Masjid Raya Baiturrahman, menjadi tempat yang nyaman untuk beribadah sekaligus mendalami ajaran Islam, pengajian dan kajian-kajian lainnya yang bermanfaat.

Sementara untuk gapura yang ada sekarang akan dirubuhkan dan diganti taman hijau terbuka, rerumputan sintetis, serupa halaman bangunan Taj Mahal dan Masjid Raya Bandung saat ini. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here