Mahasiswa Semarang Demo di Depan Kantor DPRD Jateng Tuntut Rapid Test Gratis

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Semarang Menggugat melakukan aksi unjuk rasa di depan gerbang DPRD Provinsi Jateng, Senin (13/7/2020).

SEMARANG (SigiJateng) — Puluhan mahasiswa Semarang melakukan unjuk rasa di depan Gedung Berlian, kantor DPRD Jateng Jalan Pahlawan Semarang, Senin (13/7/2020) sore. Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Semarang Menggugat datang ingin menemui DPRD Jateng dengan mengusung tiga tuntutan.

Adapun tiga tuntutan yang mereka suarakan yakni penghapusan biaya rapid test dan swab test, penurunan biaya pendidikan (SPP Mahasiswa/UKT) di tengah pandemi Covid-19 dan penghentian kapitalisasi pendidikan di Kota Semarang.

Mereka datang dengan membawa alat pengeras suara serta spanduk berisi tuntutan mereka. Mereka melakukan orasi di depan pintu gerbang Gedung Berlian.

“Kami minta, agar rapid test dan swab test digratiskan. Kita sudah kesulitan karena pandemi, namun justru ketika mau rapid test arau swab test malah bayar dan biaya mahal,” kata salah satu peserta aksi dalam orasinya.

Sejatinya mereka ingin bertemu anggota DPRD Jateng namun keinginannya tidak terwujud. Karena DPRD sedang berkabung setelah salah satu anggota DPRD Jateng, yakni Syamsul Bahri, anggota Komisi E  dari Fraksi Partai Golkar meninggal dunia karena terpapar Covid-19. Mereka ditemui oleh Kasubbag Protokol Humas Sekretariat DPRD Provinsi Jateng Yohan Fitriadi

Yohan Fitriadi mengatakan bahwa anggota DPRD Jateng belum bisa menemui mereka.

“DPRD sedang berkabung dan sedang dilaksanakan sterilisasi ruangan. Untuk itu, aspirasi prinsip kami terima dan akan kami sampaikan kepada Pimpinan untuk diteruskan kepada yang berwenang,” kata Yohan.

Seperti diketahui, anggota Komisi E DPRD Jateng asal Solo, Syamsul Bahri meninggal dunia di RSU dr Moewardi Solo Minggu malam (12/7/2020), karena terpapar corona. Paska kejadian itu, Senin (13/7/2020) ruangan-ruangan di Gedung Berlian diseterilkan bahkan akan tutup hingga bebrapa hari kedepan.

Selain itu, anggota dewan dan staf setwan orang yang pernah bepapasan langsung dengan almarhum dalam beberapa hari terakhir sebelum meninggal dunia juga ditest rapid test.

BACA Berita Lainnya:

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto mengatakan ada 51 orang yang dirapid test Senin (13/7/2020). Dan jika hasilnya ada yang reaktif maka yang reaktif akan dilanjut dengan test swab dan semua anggota dewan akan dirapid test semua.

“Setelah kami (Pimpinan DPRD) mendapat kabar duka ini kami langsung meminta Sekwan (Sekretaris DPRD) agar Lantai 3, 4, dan 5 disterilkan dulu dengan disemprot disinfektan. Nanti, ruang di lantai tersebut ditutup selama 4 hari. Kemudian dalam rapid test, ditujukan bagi Anggota Komisi E atau yang bersinggungan dengan almarhum. Jumlahnya sekitar 50-an orang di tes,” kata Politikus PDI Perjuangan itu. (Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here