Legitimasi Pemimpin Akan Kuat, Jika Partisipasi Masyarakat Tinggi, Begini Pesan Ketua DPRD Kendal Jelang Pilkada Serentak

Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun. Foto : Adye Arvian

Kendal (Sigi Jateng) – Suhu politik pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 khususnya di Kabupaten Kendal mulai terasa hangat dan tinggi. 

Meski belum ada penetapan calon kepala daerah dari pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, sejumlah bakal calon yang diusung dari berbagai partai politik mulai bekerja keras mencari simpati masyarakat. 

Menyikapi tahun politik saat ini yang berada di tengah pandemi Covid-19 terlihat agak berbeda jauh dengan tahun sebelumnya. Kondisi sosial dan situasi harus tetap terjaga dengan damai dan sejuk.

Seperti ajakan Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun yakni untuk bersama-sama membangun Kendal tetap dalam suasana kondusif, adem, damai dan sejuk menghadapi Pilkada serentak nanti.

“Pilkada adalah proses demokrasi pergantian pemimpin maka dari itu ciptakan suasana yang damai selama proses demokrasi ini,” kata Makmun, ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/07/2020).

Politisi PKB yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kendal ini mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga iklim pesta demokrasi Pilkada serentak dengan damai, meski beda pilihan.

“Tidak perlu yang namanya saling menghujat satu sama lain. Mari kita sambut pesta demokrasi dengan baik, untuk bersama-sama mendapatkan pemimpin yang amanah dan lebih baik,” tuturnya.

Terlebih, pihak Polres Kendal juga turut serta mendukung pelaksanaan Pilkada Kendal yang akan digelar pada bulan Desember mendatang tetap kondusif, damai, tertib dan aman.

“Saya mendukung penuh upaya Polres Kendal dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kendal pada Pilkada serentak Desember mendatang berjalan damai, lancar dan aman,” timpalnya.

Pria yang hobby goes (bersepeda) ini juga berpesan kepada masyarakat, agar tetap bijak dalam bermedia sosial di era digital saat ini. Serta tingkatkan partisipasi pesta demokrasi untuk tidak golput.

“Hindari ujaran kebencian, black campaign, atau menyebar isu SARA. Jangan saling menyerang, gunakan hati nurani jangan sampai golput. Legitimasi pemimpin akan kuat, jika partisipasi masyarakat tinggi,” tandasnya. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here