Laman ‘lindungihakpilihmu’ diretas, KPU Minta Polisi Menangkap Terduga Pelaku

Komisioner KPU RI Viryan Aziz,


Jakarta (Sigi Jateng) 
– Laman www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) sempat diretas dan diserang yang diduga pihak maupun orang tertentu. Menyikapi hal itu, KPU meminta pihak kepolisian untuk menangkapnya.Komisioner KPU RI Viryan Aziz, mengatakan saat ini KPU sedang menyiapkan berkas laporan yang akan diserahkan ke Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

“Kita tetap minta sedapat mungkin bisa dicari, sebagai bentuk tidak toleransi kita terhadap upaya pihak-pihak entah itu nanti biasanya kalau tertangkap beralasan iseng-iseng,” kata dia di Jakarta, Minggu (19/7).

Menurutnya, KPU tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan yang mengganggu layanan publik, termasuk penyerangan pada laman dalam jaringan KPU yang tentu memiliki motivasi tidak baik.

“Ini demi kepentingan membangun kepercayaan publik Pemilihan kepala daerah serentak 2020, terlebih kita sedang bersiap menggunakan rekapitulasi elektronik,” tuturnya.

Viryan menyampaikan, KPU akan melakukan beberapa langkah penting demi menjamin agar laman dalam jaringan KPU tetap aman dari tindakan penyerangan peretas dan juga sebagai upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemilu.

“Jadi ada dua gugus tugas yang kami bentuk, satunya gugus tugas keamanan keamanan siber dengan multi pihak kementerian lembaga terkait, diantaranya BSSN, Cyber Crime Mabes Polri, dan Kementerian Kominfo,” terang dia.

Kemudian meningkatkan keamanan aplikasi, jaringan dan kesehatan siber agar terhindar dari serangan peretasan. KPU juga memberlakukan pen test atau uji penetrasi terhadap jaringan serta kegiatan audit sejak dini. 
Sebelumnya, Ketua KPU RI Arief Budiman memastikan seluruh data KPU dalam keadaan aman dari percobaan peretasan laman yang digunakan Komisi Pemilihan Umum untuk kegiatan gerakan klik serentak (GKS). 
“Begitu alamat web ini dipublikasikan, sejak tadi malam web ini sudah mulai diserang. Datanya aman, saya sudah disampaikan informasi (dari ahli IT), serangan melalui D-Dos,” kata Arief Budiman.

Baca Berita Lainnya

Arief menjelaskan serangan yang terjadi sejak laman www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id luncurkan Rabu 15 Juli tersebut tidak mengganggu data elektronik termasuk data pemilih yang ada di KPU, serangan hanya membuat akses jaringan laman KPU melambat.

Kini, laman untuk pencocokan dan penelitian data pemilih elektronik tersebut sudah bisa diakses oleh publik. Masyarakat bisa mengecek secara mandiri apakah mereka sudah terdaftar sebagai pemilih Pilkada 2020. (Ant/dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here