Kunjungi Pabrik Norojono, Ganjar Beri Hadiah Uang kepada Ibu-ibu Pemilik 17 Masker

Gubernur Ganjar Pranowo melihat aktifitas produksi di pabrik PT Norojono Tobacco International, Rabu (1/7). Gubernur ingin melihat kesiapan penerapan kenormalan baru di tempat industri. ( foto humas pemprov jateng)

KUDUS (SigiJateng) –  Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengunjung PT Norojono Kudus (1/7/2020). Tujuannya untuk melihat kesiapan penerapan new normal di perusahaan itu.

Ganjar berdialog dengan seorang ibu-ibu karyawan setempat. Bahkan Ganjar memberikan hadiah uang sebesar Rp 500 ribu kepada karyawan tersebut. Apa istimewanya ibu-ibu itu?

Karyawan yang menerima hadiah dari Ganjar itu adalah Endang Murwati (46). Pasalnya, selama pandemic Covid-19, ketika bekerja Endang selalu membawa bekal tiga sampai lima masker. Setiap beberapa jam sekali, dia selalu mengganti masker kain yang dia kenakan. Endang mengaku memiliki 17 masker. Delapan masker hasil dari pemberian tempatnya bekerja, sisanya dia beli sendiri dan sebagian diberi orang.

Di tempat dia bekerja, Endang mengatakan telah dilakukan penataan sudah sekitar tiga bulan. Antar tempat duduk pekerja di beri jarak plus dipasang pembatas dengan plastik. Selain wajib mengenakan masker, sebelum masuk ke ruang kerja, semua pekerja dicek suhu tubuhnya dan cuci tangan.

Semua tata cara bekerja di Norojono disampaikan Endang dengan gamblang kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Rabu (1/7) yang mengecek penerapan new normal di pabrik tersebut.

“Kalau tidak pakai masker disuruh pulang Pak. Saya punya kalau gak 16 ya 17 masker pak,” kata Endang.

Meski sempat terkejut, Ganjar membenarkannya jawaban Endang. Ganjar mengatakan untuk pemakaian masker kain memang baiknya tidak lebih dari empat jam. Karena pemahaman yang luas terhadap protokol kesehatan di tempat kerja, Endang pun mendapat hadiah dari Ganjar berupa uang tunai Rp 500 ribu.

“Tugase jenengan sosialisasi ke teman-teman, kalau nyedak Keplak. Masker itu jadikan bagian dari baju yang harus kita kenakan,” kata Ganjar.

Ganjar pun mengapresiasi apa yang telah dilakukan PT Norojono yang memberlakukan kerja hanya satu shift, pemasangan pembatas antar pekerja sampai sosialisasi yang terus dilakukan. Menurut Ganjar apa yang telah diterapkan PT Norojono itu bisa menjadi model baru di tempat kerja.

“Nah para pekerja bisa jadi juru kampanye untuk pemberlakuan itu, seperti Bu Endang tadi,” katanya. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here