Kronologi Suharso Monoarfa Ditetapkan Sebagai Ketua Umum PPP di Muktamar IX PPP

SEMARANG (Sigijateng.id) – Muktamar IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 2020 telah memilih dan memutuskan Suharso Monoarfa sebagai ketua umum periode 2020-2025 dan sekaligus ketua tim Formatur. Agenda pemilihan ketua umum berlangsung Sabtu malam (19/12/2020).

Suharso ditetapkan sebagai Ketua Umum terpilih lantaran menjadi satu-satunya kader PPP yang mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum. Sebelumnya sempat muncul nama kader lain, yakni Taj Yasin, wakil Gubernur Jateng, namun putra Almarhum KH Maimoen Zubair ini tidak mendaftkan diri saat waktu pendaftaran.

Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar IX PPP sekaligus pimpinan sidang Amir Uskara, sempat memberikan waktu 10 menit untuk menunggu kader lain untuk mendaftar diri sebagai calon ketua umum. Namun, tidak ada nama lain yang mendaftarkan diri.

Karena calon tunggal, sejumlah kader pun berteriak aklamasi dalam rapat tersebut.

“Aklamasi, aklamasi,” teriak para kader.

Amir pun meminta persetujuan seluruh peserta untuk menetapkan Suharso Monoarfa yang juga Plt Ketua Umum PPP sebagai ketua umum PPP periode 2021-2026.

“Jadi hanya ada satu calon. Karena hanya ada satu calon, maka kita langsung tetapkan sebagai ketua terpilih, setuju?,” tanya Amir kepada seluruh peserta.

“Setuju,” jawab seluruh peserta yang ikut secara virtual dari wilayah zonasi masing-masing.

Amir kemudian membacakan secara resmi terpilihnya Suharso Monoarfa sebagai Ketua Umum PPP periode 2021-2026.

“Saudara doktor H. Suharso Monoarfa, MA dipilih sebagai ketua umum DPP PPP masa bakti 2021-2026 melalui sidang paripurna muktamar IX PPP,” tutur Amir.

Adapun setelah memilih ketua umum, agenda Muktamar IX akan dilanjutkan dengan melakukan proses voting untuk menentukan anggota formatur penyusunan kepengurusan.

Berita Terbaru:

Dalam sidang tersebut, telah disepakati jumlah formatur sebanyak 13 orang.
Muktamar IX PPP berlangsung dengan sistem berkumpul fisik dan daring. Muktamar berpusat di Makasar dan di 9 daerah lainnya. (Kompascom/aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here