KPU Kota Semarang Jelaskan Prosedur 3M dan Protokol Kesehatan Saat Coblosan Pilwalkot

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Cassandra Goeltom. (Mushonifin)

SEMARANG (SigiJateng) — Ketua KPU Kota Semarang, Henry Cassandra Goeltom menjelaskan prosedur pencoblosan di TPS saat Pilwalkot diselenggarakan pada 9 Desember nanti.

Pria yang akrab disapa Nanda itu mengatakan saat pemilihan di TPS nanti akan ada tambahan aturan berupa antrian yang berjarak, cuci tangan, memakai masker, dan pengukuran suhu.

“Ketika saat pengukuran suhu ternyata diatas 37,3 derajat celcius, mereka akan dibawa ke bilik khusus untuk proses penstabilan suhu,” ucapnya pada Senin (12/10/2020).

Nanda melanjutkan, setelah suhu kembali di bawah 37,3 derajat celcius, pemilih akan diminta mencuci tangan kembali dan harus memakai sarung tangan plastik sekali pakai yang telah disediakan panitia pemilihan.

“Setelah itu mereka akan mencuci tangan mereka dan dipakaikan sarung tangan plastik lalu mulai melakukan proses pencoblosan. Setelah selesai nanti jari mereka ditetesi tinta, jadi tidak dicelupkan seperti biasanya,” ungkapnya.

Terkait dengan pemilihan dengan satu paslon (Kotak Kosong) sebenarnya sama dengan pemilihan multi paslon. KPU sendiri telah memasang baliho-baliho sosialisasi.

“Di baliho-baliho itu sudah tergambar jelas kolom sebelah kiri ada gambar paslon sementara sebelah kanan tidak ada gambar. Sehingga masyarakat tinggal memilih apakah akan mencoblos kolom bergambar atau kolom tidak bergambar,” ungkapnya.

“Walaupun situasi pilwalkot masih diliputi pandemi, kami tetap memiliki kewajiban untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar tetap datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Karena kami harus merealisasikan target suara sebanyak 75% dari jumlah pemilih,” pungkasnya. (Mushonifin)

Baca Berita Lainnya

Catatan Redaksi: Bersama lawan virus corona. Sigijateng.id, mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, lakukan 3M (Wajib Memakai Masker, Wajib Mencuci Tangan, Wajib Menjaga Jarak Hindari Kerumunan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here