Kota Semarang dan Solo Masuk Zona Merah Covid-19 Pada Awal Agustus 2020

Peta Covid-19 di Jawa Tengah, pada awal Agustus 2020.

SEMARANG (SigiJateng) — Angka penderita covid-19 di Jawa  Tengah masih tergolong tinggi. Hingg awal Agustus 2020 ini, setidaknya masih ada 8 daerah yang masuk dalam katagoreo zona merah.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di laman https://corona.jatengprov.go.id, hingga Sabtu (1/8/2020) pukul 12.00, jumlah pasien positif Covid-19 mencapai 9.668 orang. Dari jumlah itu,  sebanyak 3.097 pasien masih dirawat di rumah sakit  dan di beberapa tempat isolasi mandiri, 5.703 sudah sembuh, dan 686 orang meninggal dunia.

Adapun data PDP (pasien dalam pengawasan) yakni mencapai 11.622 orang dengan rincian  1.126 masih dirawat, 8.895 sudah sembuh dan meninggal dunia 1.601 orang.

 Adapun delapan dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang masuk zona merah Covid-19, yakni Kota Semarang, Kudus, Kota Solo, Grobogan, Kendal, Rembang, Demak, dan Jepara.

Data di Kota Semarang,  berdasarkan https://siagacorona.semarangkota.go.id/ sampai Minggu pagi (2/8/2020), terdata pasien positif covid-19 masih sebanyak 654 orang, yakni 490 orang dalam kota dan 165 orang luar kota. Adapun pasien positif yang sudah sumbuh mencapai 2.979 orang yakni 2.475 orang dalam kota dan 504 orang luar kota. Kemudian pasien positif yang meninggal dunia yakni 440 orang yakni 352 orang dalam kota dan 88 orang luar kota.

Sementara, berdasarkan data resmi milik Pemkot Solo per 31 Juli 2020, jumlah positif Covid-19 mencapai 265 orang, yang sebagian sebesar sudah dalam kondisi sembuh.

Perinciannya adalah 219 sembuh, 8 isolasi mandiri, 21 perawatan, dan 17 meninggal dunia. Salah satu klaster terbesar kasus Covid-19 di Solo berasal dari tenaga kesehatan.

Ketika Kota Solo masuk kategori zona merah atau risiko tinggi Covid-19, Sukoharjo masuk kategori zona oranye. Sukoharjo menjadi daerah dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi di Soloraya dengan 284 kasus.

Terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 di Sukoharjo dalam dalam dua hari terakhir. Pada Jumat (31/7/2020), ada penambahan 33 kasus baru postif Covid-19 dan pada Sabtu (1/8/2020), ada penambahan 10 kasus baru Covid-19.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, menyatakan Sukoharjo masih berstatus daerah dengan tingkat risiko sedang atau zona orange kendati terjadi lonjakan pasien positif pada beberapa hari lalu.

Ada indikator penghitungan tingkat risiko persebaran pandemi Covid-19. Antara lain jumlah kasus positif dan meninggal dunia, kenaikan jumlah pasien positif sembuh hingga angka reproduksi efektif di bawah satu.

 “Kendati ada lonjakan pasien positif namun Sukoharjo masih masuk daerah zona oranye atau tingkat risiko sedang,” papar dia.

Dua daerah lain di Soloraya yang juga masuk zona oranye adalah Boyolali dan Karanganyar. Sedangkan Klaten, Sragen, dan Wonogiri masuk zona kuning Covid-19 atau risiko rendah.

Di laman Satgas Penanganan Covid-19 dipaparkan zonasi risiko daerah dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan.

Dalam indikator epidemologi ada beberapa parameter. Di antaranya penurunan jumlah kasus positif pada minggu terakhir sebesar ?50% dari puncak.

Kemudian penurunan jumlah meninggal kasus positif pada minggu terakhir sebesar ?50% dari puncak, sampai persentase kumulatif kasus sembuh dari seluruh kasus positif.

Baca Berita Lainnya:

Kemudian ada indikator surveilans keseharan masyarakat seperti jumlah pemeriksaan sampel diagnosis meningkat selama 2 minggu terakhir dan positivity rate rendah (target ?5% sampel positif dari seluruh orang yang diperiksa).

Indikator pelayanan kesehatan juga menjadi pertimbangan di antaranya jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS Rujukan mampu menampung sampai dengan >20% jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat di RS. (rizal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here