Ketua DPRD Jateng Nilai Kemendagri Lamban Evaluasi RAPBD Jateng 2021

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto saat melakukan reses pekan kemarin.

SEMARANG (SigiJateng) – Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto menilai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) lamban dalam melakukan evaluasi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Jawa Tengah Tahun 2021.

Pasalnya, RAPBD Jateng 2021 sudah ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPRD Jateng pada 14 Oktober 2020, namun sampai saat ini evaluasi dari Kemendagri belum turun. Karenanya, Pemprov Jateng masih menunggu hasil evaluasi tersebut.

“Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No 12 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, hasil evaluasi RAPBD Provinsi sudah harus turun maksimal 15 hari sejak dokumen diterima. “DPRD Jawa Tengah sudah memutuskan RAPBD 2021 tanggal 14 Oktober, Ini sampai sekarang belum turun,” kata Bambang Minggu (22/11/2020).

Pria yang akrab disapa Bambang Krebo itu menjelaskan, RAPBD Jateng tahun 2021 diputuskan dalam Rapat Paripurna lebih awal dari biasanya. Pada tahun-tahun sebelumnya, RAPBD selalu diputuskan mepet dengan tenggat waktu sebagaimana dipersyaratkan dalam PP 12/2019. Yaitu satu bulan sebelum dimulainya tahun anggaran. “Biasanya selalu diputuskan dalam paripurna mepet tanggal 30 November,” terangnya.

Keputusan mempercepat gedok RAPBD dimaksudkan agar beberapa item RAPBD yang terkait dengan bantuan keuangan kabupaten/kota bisa dimasukkan dalam RAPBD kabupaten/kota.

“Selama ini ketika disahkan RAPBD kabupaten/kota selalu belum tercantum besaran dana yang berasal dari APBD Provinsi. Saya ingin ketika mereka memutuskan, ini sudah bisa masuk,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Baca Berita Lainnya

Politisi PDI Perjuangan ini berharap Keputusan Mendagri segera turun agar APBD Jateng 2021 bisa dimasukkan dalam APBD kabupaten/kota. Sehingga alokasi anggaran dapat langsung dirasakan masyarakat. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here