Jelang Pilwalkot, 27 Ribu Warga Kota Semarang Belum Urus E-KTP

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Semarang, Adi Tri Hananto. (Dok.)

SEMARANG (SigiJateng) – Jelang bergulirnya Pilwakot Semarang pada 9 Desember 2020, sebanyak 2,19% warga kota Semarang belum melakukan perekaman data biometrik KTP elektronik. Berdasarkan DKB (Data Kependudukan Bersih) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Semarang mencatat atau sekitar 27.214 orang belum mengurus E-KTP.

Jumlah tersebut termasuk pemilih pemula yang sudah memiliki hak pilih sesuai usia pada 9 Desember mendatang.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Semarang, Adi Tri Hananto mentargetkan proses perekaman data dapat selesai jelang pemilihan kepala daerah 9 Desember 2020, dengan catatan warga datang semua untuk melakukan perekaman.

“Perkiraan tanggal 5 Desember, itu kalau sudah datang semua yang direkam,” ungkap Adi pada Senin (10/8/2020).

Salah satu yang menjadi target yakni perekaman pemilih pemula yang telah memiliki hak pilih dan berusia 17 tahun saat Pemilu diselenggarakan.

“Pemilih pemula itu termasuk yang berusia 17 tahun pada 9 Desember. Itu sudah bisa rekam sekarang,” jelas Adi.

Untuk mempercepat proses perekaman, Disdukcapil melakukan data pilah dan penerbitan Surat Perekaman Data Biometrik KTP-elektronik di 16 tempat perekaman Disdukcapil Kecamatan.

“Surat penerbitan tersebut diharapkan dapat mempercepat perekaman sehingga e-KTP dapat segera terbit,” harap Adi.

Perekaman data ini untuk memastikan pemilih pemula dapat menggunakan hak pilihnya pertama kali pada Pilwakot 2020.

Untuk mendorong DKB di Kota Semarang menjadi 100%, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengambil langkah dengan melakukan sosialisasi dan pemantauan ke sejumlah kantor kecamatan bersama Disdukcapil.

Baca Berita Lainnya

Hendi berupaya agar warga dapat melakukan pengurusan KTP dengan mudah, dimana dirinya terus menekankan bahwa warga cukup melakukan perekaman dengan membawa surat undangan dan fotocopy KK ke kecamatan.

“Silahkan nanti ke kelurahan, karena surat undangan dari kelurahan yang kemudian dikoordinir kecamatan,” ujar Hendi. (Mushonifin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here