Jateng Valley Dirancang Tempat Wisata Berkelas Dunia, Pembangunannya Segera Dimulai

Lokasi yang disiapkan untuk tempat peletakan batu pertama oleh Gubernur Jateng, pada 15 Agustus mendatang.

SEMARANG (SigiJateng) – Segera dibangun tempat wisata baru di Jawa Tengah, persisnya di Ungaran Kabupaten Semarang, yakni Jateng Valley. Peletakan batu pertama pembangunan akan dilakukan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, 15 Agustus mendatang.

Wisata Jateng Valley akan diberada di lahan seluas 371,88 hektare di Desa Ungaran, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang. Wisata ini diyakini akan menyedot kunjungan turis asing. Karena, destinasi yang akan menjadi terbesar di Asia Tenggara dan lima besar di dunia itu bergaya futuristik namun tetap mempertahankan kelestarian hutan dan alamnya.

Kepala Bappeda Jateng Dr Prasetyo Aribowo SH MSoc SC

Wisata Jateng Valley ini merupakan pengembangan wanawisata Penggaron, dan nantinya dari luas lahan 371,88 hektare, pembangunan sarana wisata hanya 37,1 hektare (10%) sesuai peraturan Menteri LHK Nomor P.31 Tahun 2016, tentang Pedoman Kegiatan Usaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan Wisata Alam pada Hutan Produksi.

Menurut Kepala Bappeda Jateng Dr Prasetyo Aribowo SH MSoc SC, gagasan awal Jateng Valley adalah ikhtiar untuk menciptakan man made resources (wisata buatan manusia) yang berkelas dunia agar mampu menjaring turis asing berlama-lama di Jateng. Pembangunan ini bahkan sudah masuk dalam program Pemprov Jateng yang direncanakan dalam RJPMD tahun 2018-2023.

”Kendala utama pariwisata kita adalah long of stay atau lama tinggal wisatawan di Jateng yang tergolong rendah. Tujuan lain, menambah destinasi wisata baru agar mereka tak hanya mengenal Candi Borobudur,” kata mantan Kadinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng itu di Semarang, kemarin.

Dia menjelaskan, bahwa tiap tahun ada 20 -25 kapal pesiar dari berbagai negara yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Sayangnya, dari seluruh penumpang kapal, hanya 20 persen yang turun berwisata di Jateng, sisanya tetap tinggal di kapal.

Jateng Valley diharapkan menjadi oase bagi pelancong yang haus akan wisata futuristik namun berwawasan lingkungan dan konservasi alam (ecotourism). Sesuai master plan yang dirancang Budi Faizal (lima besar perancang Ibu Kota Baru Indonesia di Kalimantan) disana akan ada hologram yang menceritakan potensi-potensi Jateng, replika kapal Nabi Nuh, skywalk dan wahana lain dengan konsep energi baru terbarukan.

Baca Berita Selanjutnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here