Jangan Kucilkan Pasien Covid, Ayo Beri Motivasi dan Lawan Corona Tetap Disiplin Prokes

Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Bonay

Kendal (Sigi Jateng) – Perkembangan kasus virus Corona atau Covid-19 kian masif disejumlah daerah. Meski demikian, perkembangan status kesembuhan pasien akan hal itu khususnya di Kabupaten Kendal terus meningkat.

Berbagai upaya terus dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal untuk mencegah terjadinya klaster penyebaran Covid-19 salah satunya yakni aktif melakukan tracing.

Kerja keras para tenaga kesehatan melakukan traching dengan rapid test maupun test swab disejumlah daerah.

Kepala Dinkes Kendal Ferinando Rad Bonay mengatakan sejauh ini perkembangan Covid-19 di Kendal memang cukup tinggi terhadap temuan penderita Covid-19. Bahkan di Jateng, Kendal saat ini menempati urutan kelima tertinggi.

Menurutnya, stigma masyarakat dalam menilai terhadap virus Corona masih dianggap sepele. Seharusnya, hal itu bisa dirubah dengan berpikir positif dan saling memberikan support.

“Pasien covid-19 mudah sembuh jika keluarga dan masyarakat sekitar memberikan support dan motivasi. Dengan begitu, imun pasien menjadi kuat sehingga sistim kekebalan tubuh mampu melawan virus tersebut,” tuturnya saat dihubungi sigijateng.id melalui telepon selularnya.

Dalam kehidupan di tengah pandemi Covid-19, lanjut Ferinando, setidaknya rasa waspada dan kepedulian sosial masyarakat sangat penting. Selain itu dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan ingat pesan ibu yakni 3M.

“Kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya menjaga dan memutus penyebaran virus Corona. Tetap disiplin protokol kesehatan serta ingat pesan ibu dengan 3M (wajib mengenakan masker, wajib mencuci tangan, menjaga kerumunan serta menjaga imun),” terangnya.

Menurutnya, bukan lagi menjadi sebuah paradigma baru menghadapi virus Corona. Dalam tatanan hidup normal, kewaspadaan melalui “jogo tonggo” penting dilakukan warga. Selain memberikan rasa nyaman, tingkat kepedulian akan disiplin protokol kesehatan mampu memutus penyebaran Covid-19.

“Jangan anggap virus Corona seperti penyakit AIDS, dimana seoarang warga yang terpapar Covid-19 harus dijauhi. Justru, kita harus peduli memberikan semangat kepada mereka. Dengan begitu, imun pasien semakin kuat dan virus menjadi lemah,” tutur Ferinando.

Temuan Jumlah Kasus Covid-19 di Kendal

Dikatakan, hingga saat ini total jumlah kasus Covid-19 di Kendal yang ditemukan ada sebanyak 1.866 kasus. Dari jumlah tersebut, 1.514 pasien Covid-19 sudah sembuh, 274 orang dirawat di rumah sakit (RS) dan isolasi mandiri dan 78 sisanya meninggal.

Tingkatkan imun (daya tahan tubuh), nakes mengajak masyarakat rutin melakukan kegiatan olahraga.

Beberapa wilayah yang tinggi kasus Covid-19, dimana penderitanya ada lebih dari 20 orang. Itu ada di empat kecamatan. Yakni Kecamatan Weleri (24 kasus), Singorojo (30 kasus), Patebon (21 kasus), dan Kota Kendal (21 kasus).

Lalu untuk mengatasi dan meminimalisasi persebaran Covid-19 di Kendal, pihaknya melakukan tracing jika kedapatan ada warga yang positif di suatu wilayah. Mulai dari keluarga, teman dekat, kantor tempat bekerja hingga tetangga sekitarnya.

“Selain itu, kami juga menggiatkan operasi yustisi yang dilaksanakan Tim Penegakan Hukum Protokol Kesehatan (Gakkum Prokes) yang dimotori Satpol PP Kendal. Ini menyasar tempat-tempat keramaian dan daerah yang kasus Covid-19-nya tinggi,” jelasnya Ferinando Rad Bonay.

Tenaga Medis Garda Terdepan Tangani Covid-19

Terkait peran tenaga medis, terutama Puskesmas? Ferinando mengatakan bahwa Kendal menjadi salah satu daerah yang mendapatkan tenaga tambahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Yakni berupa tenaga kesehatan sebanyak 150 orang. Mereka ditempatkan di 30 Puskesmas di Kendal dengan masing-masing puskesmas lima orang.

“Tenaga kesehatan khusus ini bertugas melakukan tracing setiap hari jika ada temuan kasus. Mereka bekerja selama dua bulan yakni November dan Desember. Mereka juga digaji dari Kemenkes langsung, jadi kami Pemkab Kendal hanya memfasilitasi atau menyediakan tenaga kesehatannya saja,” bebernya.

“Para nakes ini tidak pernah libur apalagi WFH, mereka sangat luar biasa menjadi garda terdepan melayani masyakat. Kami sangat mengapresiasi perjuangan mereka menangani virus Corona,” sambungnya.

Salah satu tenaga medis di Puskesmas Singorojo, Reni Febri Hastalita mengatakan kendala yang dihadapi dilapangan yakni tidak terbukanya masyarakat jika mengalami gejala virus Corona atau Covid-19. “Masih ada warga yang enggan melaporkan gejala yang dialami terkait kesehatannya. Selain tidak terbuka, kadang warga ada juga yang mencari kesalahan petugas. Sangat ironis memang,” kata dia.

Saat melayani masyarakat melakukan tracing, lanjut Reni, sebagian warga sudah mulai sadar. Tingkat kepedulian warga terhadap Covid-19 mulai tinggi. ” Kami berharap warga tetap mengedepankan protokol kesehatan. Sehingga mata rantai penyebaran virus Corona dapat diputus, selain itu jaga pola makan dan rajin olahraga agar sistem kekebalan tubuh tinggi,” tutur Reni.

Cerita Kepala OPD Sembuh Dari Covid-19

Memiliki daya kekebalan tubuh yang kuat, mampu melawan virus Corona. Seperti yang dialami salah seorang Kepala Diskominfo Kabupaten Kendal, Wiwit Andariyanto. Dia mengatakan, jika imun tubuh kuat dan sehat maka bakteri atau virus dapat dilawan. Sehingga virus tersebut melemah dan kalah.

“Saat awal rapid test dilanjutkan swab hasilnya reaktif dan positif. Namun karena memiliki imun tubuh yang kuat, maka virus Corona jadi melemah dan bisa kita lawan. Terlebih dengan disiplin menjaga protokol kesehatan, isolasi mandiri dan sebagainya. Alhamdulilah kembali sehat,” bebernya.

Dirinya berpesan kepada masyarakat agar tidak mengucilkan pasien atau warga lainnya yang terpapar positif Covid-19. “Justru support melalui jogo tonggo serta kepedulian warga itulah menjadi semangat pasien melawan virus Corona. Tetap patuhi protokol kesehatan dan jaga pola hidup sehat, bersama kita bisa lawan Covid-19,” pungkasnya. (Advertorial)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here