Ini Perbedaan Pendidikan Finlandia dan Indonesia di Masa Covid-19

Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang, Hj. Lift Anis Maksumah. (Humas)

SEMARANG (SigiJateng) – Pandemi covid -19 memberikan perubahan pada aspek kehidupan baik di bidang teknologi, ekonomi, sosial, budaya, politik dan juga pendidikan. Oleh karena itu, semua orang harus siap merespon perubahan itu dengan cepat melalui tindakan untuk mencoba hal-hal yang baru.

Program Magister Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang mengkaji perubahan tersebut melalui Webinar dengan tema “Pembelajaran Virtual di Masa Pandemi Covid-19: Perspektif Indonesia-Finlandia”.

Muhammad Tolkhah, MA. mahasiswa doktoral yang menempuh study di Tample University of Finland. (Humas)

Dekan FITK, Hj. Lift Anis Maksumah menyampaikan berbagai regulasi pemerintah Indonesia terkait dengan penanganan pandemi Covid-19, termasuk dalam hal pelaksanaan pendidikan.

“Tentu kebijakan-kebijakan tersebut menjadikan lembaga pendidikan sebagai pihak operasional harus merespon kebijakan tersebut. Khusus dibidang pembelajaran virtual ada beberapa tantangan yang dihadapi,” ujarnya, Kamis (6/8/2020).

Tantangan-tantanggan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan dalam masa pandemi covid-19. Pertama, ketimpangan sarana dan prasarana teknologi antara daerah yang ada di pelosok dengan daerah perkotaan.

“Akses teknologi lembaga pendidikan yang ada di perkotaan lebih mudah dibandingkan dengan yang ada di daerah pelosok,” lanjutnya.

Kedua berkaitan dengan kemampuan tenaga pendidik dalam menguasai teknologi pendidikan. Ketiga Keterbatasan kuota juga menjadi tantangan dalam pembelajaran virtual. Keempat, aspek psikologis yang dialami oleh peserta didik dan orang tua juga menjadi tantangan dalam pembelajaran virtual.

“Ada relasi yang belum imbang antara pendidik dan orang tua dalam pelaksanaan pembelajaran virtual. Dari tantangan tersebut kita harus berani melangkah untuk melakukan transformasi pendidikan,” jelasnya.

Didin N. Hidayat, MA. TESOL., PhD. (Humas)

Tidak hanya di Indonesia, di Finlandia yang terkenal akan kemajuan pendidikannya juga terkena dampak dengan adanya pandemi covid-19.

Muhammad Tolkhah, MA. mahasiswa doktoral yang menempuh study di Tample University of Finland menyampaikan dalam presentasinya bahwa istilah pembelajaran virtual yang ada di negara Finlandia adalah Remote Learning.

“Terdapat beberapa kebijakan yang diambil oleh lembaga pendidikan tingkat perguruan tinggi di Finlandia dalam penaganan pandemi Covid-19 diantaranya mebentuk tim penanganan Covid-19 dan melakukan penelitian tentang dampak dari pandemi Covid-19, pembelajaran dilakukan secara online, membuat poster tentang penanganan pandemi covid-19,” jelasnya dalam presentasi.

Sedangkan di pendidikan tingkat dasar, tetap dilaksanakan secara tatap muka, namun berdasarkan dari persetujuan orang tua peserta didik.

“Terdapat beberapa prinsip dalam pembelajaran online yang dilaksanakan di negara Finlandia, diantaranya Jadwal berjalan seperti hari-hari biasa sebelum adanya pandemi covid-19, proses pembelajaran virtual harus berjalan secara interaktif antara guru dan peserta didik,” ungkapnya.

Pembelajaran dapat memanfaatkan teknologi gadget dan pertemuan virtual melalui aplikasi video converence, orang tua harus berperan aktif dalam mendampingi anak selama belajar di rumah serta guru harus mempunyai inovasi dalam memberikan tugas kepada peserta didik.

Didin N. Hidayat, MA. TESOL., PhD. dalam presentasinya menyampaikan bahwa ada beberapa prinsip dalam pelaksanaan pembelajaran virtual yaitu Pembelajaran harus sesuai kurikulum, menggunkan metode yang efektif, adanya evaluasi formatif dan sumatif, umpan balik yang cepat, kolaborasi antar pembelajar, tersediannya perangkat yang mudah dioperasikan serta biaya yang efisien.

Baca Berita Lainnya

“Ada beberapa kendala dalam proses pembelajaran virtual di Indonesia, diantaranya gangguan koneksi dan cakupan akses internet, ketersediaan alat pendukung dan biaya paket data internet, kurangnya interaksi social dan keterlibatan emosi, suasana rumah dan lingkungan sekitar serta beban tugas yang berlebihan,” ungkapnya. (Mushonifin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here