Hikmah Siang: Hanya Orang Sabar yang Mampu Melewatinya

ILUSTRASI

SIGIJATENG – Terkadang kita putus asa dan menyalahkan Allah mengapa pertolongan belum juga turun, sementara usaha dan doa sudah banyak dipanjatkan. Ada baiknya kita renungkan ayat-ayat berikut ini:

Allah swt berfirman : (QS Al-Baqarah:155) yang artinya:

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Ayat ini ingin menjelaskan bahwa manusia akan di uji oleh Allah dengan beberapa hal seperti rasa takut, kelaparan, kekurangan harta dan sebagainya.

Kemudian ayat ini di tutup dengan perkataan :

“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Setelah kita meyakini bahwa dunia adalah tempat ujian dan cobaan, kita juga meyakini bahwa tidak seorang pun yang terbebas dari ujian di dunia ini.

Bila kita perhatikan, ayat ini seakan ingin membicarakan kondisi yang sedang di alami dunia hari-hari ini.

Disaat tiada seorang pun yang selamat dari rasa takut, siapapun ia, setinggi apapun jabatannya.

Melimpahnya harta juga tidak bisa menjamin keselamatannya, karena bahan-bahan pokok menjadi langka dan virus yang menyebar ini tak kenal miskin dan kaya.

Disaat semacam ini, semua alasan menjadi lengkap untuk kita harus kembali dan merujuk kepada Al-Qur’an. Karena tiada yang bisa memberi solusi atas situasi yang menimpa dunia ini kecuali Sang Pencipta.

Namun kali ini kita akan lebih fokus pada akhir ayat diatas. Seakan Allah swt telah memvonis bahwa yang bisa berhasil melewati semua ujian ini hanya satu kelompok manusia, yaitu ORANG-ORANG YANG SABAR.

Dengan kesabaran manusia mampu menghadapi situasi apapun dengan tegar.

Dengan kesabaran seorang mampu melewati cobaan demi cobaan yang ada di hadapannya.

Dengan kesabaran, yang kaya akan perduli kepada saudaranya yang membutuhkan terutama dalam situasi krisis semacam ini.

Dengan kesabaran, yang miskin akan lebih tenang dan tidak melakukan hal-hal yang menjauhkan dirinya dari agamanya.

Dengan kesabaran, seseorang akan lebih mampu mengendalikan emosinya walau dalam kondisi yang sangat mencekik.

Dengan kesabaran, masyarakat akan saling bergotong royong untuk bersama-sama melewati kondisi yang sangat meresahkan.

Dengan kesabaran, manusia yang hidup sendiri-sendiri bisa kembali bersatu karena sebuah krisis harus dihadapi bersama-sama dan dengan berpegangan erat.

Lalu siapakah orang-orang yang sabar itu?

Allah swt berfirman : (QS.Al-Baqarah:156) artinya:

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).

Salah satu sifat utama dari orang yang sabar adalah selalu ingat kepada Allah dan selalu kembali kepada-Nya.

Seorang yang selalu ingat dan mengembalikan semua urusannya kepada Allah pasti akan memiliki jiwa yang tenang dalam kondisi apapun. Pasti akan tegar dan pasrah karena ia yakin dibalik semua kesulitan ini pasti Allah akan mendatangkan pertolongan.

Karena itu mari dalam kondisi semacam ini kita tingkatkan kesabaran dan ketabahan kita. Jangan lagi menyalahkan satu sama lain, jangan memperkeruh suasana dengan ungkapan-ungkapan yang semakin membuat masyarakat panik.

Mari kita bersatu dan saling bergandengan tangan agar kita mampu bersama-sama melewati musibah ini.

Kuncinya adalah sabar ! Karena hanya dengan kesabaran kita bisa berpikir, dengan kesabaran kita bisa bergerak dan dengan kesabaran kita bisa melakukan banyak hal.

Kemudian Allah swt mengakhiri ayat ini dengan firman-Nya : (QS.Al-Baqarah:157)

“Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here