Hajatan di Tengah Pandemi Covid-19, Pemkot Solo Keluarkan Surat Edaran Baru

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Ahyani.

SOLO (Sigi Jateng) – Pemerintah Kota Solo mengeluarkan Surat Edaran terkait penyelenggaraan hajatan di tengah situasi Pandemi COVID-19. Dalam edaran itu, hajat nikah hanya boleh digelar dengan konsep standing party, hidangan pun harus dikemas dan wajib dibawa pulang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Ahyani mengatakan surat edaran itu dibuat sebagai bentuk evaluasi akan perkembangan COVID-19 di Kota Solo. Mengingat penambahan kasus baru signifikan dalam beberapa pekan terakhir pemkot memutuskan mengeluarkan surat edaran tersebut.

“Belakangan ini kasusnya naik pesat, ini perlu jadi perhatian bersama. Bukan hanya pemerintah namun juga untuk warga,” terang Ahyani.

Dalam Surat Edaran Walikota Solo, Nomor 067/2739.1 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kota Solo itu, perubahan paling kentara ada pada bagian pelonggaran kegiatan di sejumlah ruang publik. Khususnya dalam hal penyelenggaraan hajatan nikah.

“Sejauh ini kepatuhan masyarakat akan penyelenggaraan nikah sudah baik, tapi karena kasus terus bertambah aturannya harus lebih diperketat,” ujarnya.

Perubahan aturan itu terdapat pada Nomor 5 bagian poin e. Dalam SE itu dituliskan, pelaksanaan resepsi pernikahan menerapkan model standing party, tidak menyediakan meja dan kursi untuk tamu. Sementara untuk hidangan dikemas dan dibawa pulang.

“Diperketat jadi standing party modelnya, tidak perlu menyajikan hidangan secara piring terbang atau juga prasmanan. Hidangannya ya digantung parcelan saja, biar dibawa pulang agar lebih simpel,” katanya.

Mengenai aturan lainnya masih sama dengan aturan sebelumnya. Misalnya kapasitas hanya 50 persen dari kapasitas maksimal, durasi kegiatannya pun dibatasi maksimal dua jam untuk acara yang melibatkan banyak orang.

“Ini dibuat agar masyarakat lebih paham, jadi kalau acaranya di rumah yang punya hajat juga biar paham aturan. Kalau di gedung pengelolanya juga wajib memberikan arahan soal aturan baru pada orang yang mau bikin hajatan disana,” jelas Ahyani.

Sekadar informasi, Data terbaru perkembangan COVID-19 Kota Solo, hingga kini, jumlah kumulatif mencapai 1555 kasus dengan rincian 1010 sembuh, 356 isolasi mandiri, 115 perawatan, dan 74 meninggal dunia. Data tersebut merupakan data terbaru yang diunggah di web resmi pemkot, surakarta.go.id pada Sabtu (14/11/2020).

Ahyani menambahkan, agar kerumunan dalam hajatan bisa dikurangi, apabila ingin mengundang orang, lebih baik waktu prosesi ijab saja, itupun hanya beberapa orang saja yang boleh hadir. Semua perlu dilakukan demi memutus mata rantai penyebaran virus covid-19. (Raditya Hermansyah)

Catatan Redaksi: Bersama lawan virus corona. Sigijateng.id, mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, lakukan 3M (Wajib Memakai Masker, Wajib Mencuci Tangan, Wajib Menjaga Jarak Hindari Kerumunan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here