Haduhh..!!! Baru Sepekan Perbup No. 51 Diterapkan, Sudah Ada 197 Warga Terjaring Razia

Dengan mengenakan baju rompi khusus bertuliskan "Pelanggar protokol kesehatan Covid-19" mereka harus membersihkan fasiliatas umum. Seperti menyapu, mencabuti rumput, membersihkan sampah dan sebagainya.

Kendal (Sigi Jateng) – Sejak awal Juli 2020 hingga saat ini sebanyak 197 warga tanpa menggunakan masker terjaring razia oleh petugas Satpol PP Kendal. Mereka yang terjaring razia merupakan pelanggar protokol kesehatan Covid-19.

Sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 51 Tahun 2020 tentang kewajiban menggunakan masker dan menjaga jarak (physical distancing).

Akibatnya, para pelanggar ini dikenai sanksi sosial. Dengan mengenakan baju rompi khusus bertuliskan “Pelanggar protokol kesehatan Covid-19” mereka harus membersihkan fasiliatas umum. Seperti menyapu, mencabuti rumput, membersihkan sampah dan sebagainya.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran ( Satpolkar) Kendal, Toni Ari Wibowo mengatakan, terkait penegakan perbup nomor 51 tahun 2020 itu pihaknya telah melakukan tiga kali penindakan diantaranya Kendal Kota, Sukorejo dan Pegandon.

“Sebelum penindakan Perbup ini telah dilakukan sosialisasi sejak pertengahan bulan Juni, sehingga penindakan dirasa telah pantas lantaran warga sudah dianggap mengerti tentang perbup tersebut. Dari hasil penindakan kita dapati untuk Kendal Kota 80 warga, Sukorejo 18 dan Pegandon 99 warga pelanggar,” kata Toni, Kamis (9/7/2020).

Disebutkan Toni, terkait kategori sanksi sosial berupa pembersihan lingkungan dilakukan sesuai dengan lokasi pelanggar berada, yakni membersihkan area sekitar yang dinilai kotor. “Tetapi untuk saat ini, kebanyakan pelanggar membersihkan lingkungan fasilitas umum seperti taman dan area pejalan kaki,” tuturnya.

Toni mengungkapkan rata-rata pelanggar protokol kesehatan lupa membawa masker, meski mengetahui aturan baru tentang kewajiban menjaga jarak dan penggunaan masker.

“Operasi penegakan Perbup Nomor 51 Tahun 2020 akan terus dilakukan selama 3 bulan kedepan, mengingat Kabupaten Kendal saat ini terus mengalami peningkatan grafik pada kasus positif Covid-19,” tandasnya. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here