Gibran Usulkan Ada SMK Jurusan Medsos ke Gubernur Jateng, Ini Alasannya

Blusukan Online Calon Wali Kota nomor urut 01 Gibran Rakabuming Raka (28/09/2020) lalu.

SOLO (Sigi Jateng) – Calon wali kota (cawali) Solo Gibran Rakabuming Raka mengusulkan adanya kurikulum media sosial (medsos) untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Usulan tersebut telah disampaikan pada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

“Kehadiran medsos saat ini bagian terpenting sehingga perlu dijadikan kurikulum di SMK. Konsepnya sudah saya sampaikan sama pak Gubernur,” terang Gibran, Jumat (20/11/2020).

Gibran mencontohkan saat belajar ilmu marketing di Singapura kurikulumnya jauh berbada saat adiknya Kaesang Pangarep kuliah, meskipun sama-sama jurusannya sama ilmu marketing. Gibran menyampaikan, apa yang dipelajarinya dulu masih menggunakan metode offline.

“Sesuai perkembangan zaman, sekarang semuanya serba online. Zaman itu berubahnya cepat banget kita harus mengikutinya,” ujarnya.

Gibran menegaskan apa yang dipelajari saat kuliah di Singapura sudah tidak berlaku lagi. Melihat fakta tersebut harus ada sesuatu yang baru, yang bisa menjawab tantangan zaman.

” Perubahan zaman harus bisa menghasilkan SDM (sumber daya manusia) yang berkualitas,” ungkap Gibran.

Terkait jurusan medsos, lanjut Gibran, bisa menjadi digital marketer (untuk generate leads dan brand awareness). Selain itu bisa menjadi social media specialist juga.

” Kompetensinya antara lain content creation, marketing (market analysis, digital marketing, branding dan public relation, search engine optimization, google analytics) dan lainnya,” jelasnya.

Putra sulung Presiden Jokowi ini juga membandingkan saat dirinya duduk di bangku SMA di Singapura, para siswa belum mengenal Zoom, WhatsApp hingga Wikipedia. Bahkan ketika terjadi wabah SARS di sana, tugas sekolah harus dikirim melalui pos.

” Meski serba kesulitan, saya bersyukur masih bisa bertahan. Saat ini ada permasalahan SMA/SMK di Solo yang menjadi prioritas harus diselesaikan,” ucapnya.

Persoalan yang dimaksud, kata dia, masalah zonasi SMA/SMK dI Solo belum merata. Hal itu dapat dilihat di Kecamatan Solo belum ada SMA.

“Nanti SMA 2 Solo bakal pindah ke HP (lahan Hak Pakai) 16 Mojo,” kata dia.  (Raditya Hermansyah)

Berita Lainnya:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here