Gelar Aksi Tunggal di Solo, Aktivis Difabel Minta Kemudahan Menggunakan Hak Suara

Aksi tunggal aktivis difabel Sugiaan Noor, di Jl. Slamet Ryadi, Solo.

SOLO (Sigi Jateng) – Seorang Aktivis Difabel di Solo, Sugian Noor menggelar aksi tunggal, dengan mengusung poster bertuliskan Pilkada Ramah Difabel. Aksi yang dilakukan di jalan Slamet Ryadi tersebut, untuk meminta panitia pelaksana Pilkada 2020, agar memudahkan para penyandang difabel menggunakan hak suaranya.

Menurutnya, Lokasi Tempat Pemilihan Umum (TPS) dinilai masih belum ramah difabel. Padahal sebagai warga negara mereka memiliki hak yang sama dalam proses pencoblosan. Hal ini diungkapkan Aktivis Difabel Sugiaan Noor usai menggelar aksi tunggal di jalan Slamet Ryadi, Solo.

Sugiaan Noor mengungkapkan, berkaca dari Pilpres 2019, masih banyak rekan-rekannya yang mengeluh kondisi TPS yang tidak ramah difabel. Mulai dari TPS dimana akses masuknya berupa tangga, hingga meja dibilik suara yang terlalu tinggi.

“Kemudian untuk temen-teman netra diarahkan sampai ke bilik suara, kita khawatirkan sampai diarahkan memilih salah satu paslon. untuk temen-temen tuna rungu, tidak paham dengan penjelasan dari petugas, seharusnya ada yang menggunakan bahasa isyarat, kemudian ketika gilirannya cuma dipanggil namanya, otomatis dia tidak tahu namanya dipanggi. seharusnya dihampiri dan ditunjukkan kotak suaranya, dia akan paham sendiri, kalau itu giliran dia mencoblos,” terang Sugiaan Noor.

Untuk itu, Sugi beharap KPU sebagai pihak penyelenggara bisa berbenah. Sehingga lebih siap dan matang dalam memberikan akses bagi difabel.

” jadi bukan menyiapkan orang-orang menolong kita, tapi lebih ke fasilitas TPS itu sendiri. TPS ramah difabel itu bisa melakukan pencoblosan dengan tanpa pertolongan mulai dari masuk sampai keluar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti membantah hal tersebut. Dari kacamatanya, pihaknya sudah berupaya memberikan layanan terbaik pada difabel.

“Petugas juga sudah kita latih bagaimana memberikan pelayanan pada teman-teman difabel,” katanya.

” Kemudian untuk teman-teman netra tidak mungkin kita arahkan memilih paslon tertentu, sebab sudah ada template surat suara khusus bagi mereka. Kita juga sudah mendata mereka dalam DPT( Daftar Pemilih Tetap),” jelasnya. (Raditya Hermansyah)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here