FPP UNDIP Gandeng Karang Taruna Desa Wates Kudus Kembangkan Ekonomi Pedesaan

Para pemuda Karang Taruna Tunas Jaya Wates bersemangat saat kegiatan penyerahan bantuan bibit nila dari UNDIP. ( foto istimewa)

SEMARANG (SigiJateng) — Universitas Diponegoro Semarang menggandeng Karang Taruna Tunas Jaya Wates Desa Wates Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus untuk mengembangkan ekonomi produktif pedesaan dengan memanfaatkan lahan terbatas (lahan irigasi) untuk budidaya ikan nila.

Hal ini didasari bahwa karang taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat khususnya generasi muda di wilayah Desa/Kelurahan atau komunitas sosial sederajat, yang terutama bergerak di bidang kesejahteraan sosial.

Para pemuda Desa Wates ini diajak berkiprah untuk mengembangkan potensi desa melalui program ipteks bagi desa binaan Undip.

Dosen dari Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) UNDIP sekaligus ketua pelaksana kegiatan, Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt, M.Si., I.P.M. menjelaskan bahwa ini merupakan pancingan awal bagi karang taruna desa tersebut untuk mewujudkan impian bersama UNDIP dalam membangun sebuah kawasan Edu-Technopreneur dengan memanfaatan lahan terbatas.

“Program ini nantinya berperan sebagai ikon bisnis integral farming untuk menunjang kawasan wisata edukasi,” terangnya.

Aktivitas perdana dilaksanakan hari Sabtu (19/6/2020) dengan penyerahan bantuan bibit Nila dari UNDIP untuk dikelola dan dikembangkan oleh para pemuda.

Dr. Ir. Marry Christiyanto, M.P., I.P.M., selaku Tim Pelaksana juga menjelaskan bahwa UNDIP saat ini sedang melakukan pemetaan wilayah dengan mengidentifikasi potensi alam, sosial dan budaya yang ada di Desa Wates untuk menunjang kawasan wisata edukasi.

Kepala Desa Wates, Abdullah Assofi merespon positif atas sinergisme Karang Taruna dan Perguruan Tinggi (UNDIP) untuk mengembangkan Desa Wates, mengingat bahwa mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian pertanian, perikanan dan peternakan.

“Selain itu Nuansa asri dan religious di Desa Wates sangat cocok untuk dikembangkan menuju desa wisata seiring program pemerintah dalam mengembangkan potensi desa,” kata Abdullah.

Suliyono selaku Ketua Karang Taruna Tunas Jaya Wates menyambut baik kegiatan bersama UNDIP. “Kami, semua pemuda Wates siap untuk mensukseskan program ini untuk mewujudkan Desa Wates menjadi Desa wisata edukasi,” ungkap Suliyono.

Dengan didampingi oleh UNDIP, karang taruna menjadi lebih mantap dalam mengembangkan potensi desa dengan memberdayakan remaja/karang taruna dan ibu-ibu rumah tangga/PKK, agar memperoleh kegiatan produktif melalui pemberdayaan potensi “wilayah terbatas” dan lingkungan desa sebagai tujuan alternatif bagi wisatawan yang berkunjung ke kota Kudus. (Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here