FPP Undip Bantu Peternak Sapi Perah Boyolali Terdampak Covid-19

Tim UNDIP bersama tim Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali melakukan pengecekan bangunan digester biogas bantuan dari Undip. ( foto ist)

BOYOLALI (SigiJateng) – Kondisi ekonomi para peternak sapi perah di Boyolali cukup memprihatinkan menyusul datangnya pandemi Covid-19. Pasalnya, mereka tidak bisa menjual produk olahan susunya  karena sekolah libur. Kondisi ini menyebabkan pendapatan mereka menurun. 

Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) UNDIP melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Karangnongko Kecamatan Mojosongo – Boyolali. Kegiatan ini sepenuhnya didukung oleh Dinas Peternakan dan Pertanian Kabupaten Boyolali. 

“Kami senang bersinergi melakukan kegiatan bersama Perguruan Tinggi dalam hal ini adalah UNDIP dengan Dinas dan kelompok tani untuk bekerja bersama-sama meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Ir Bambang Purwadi, Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Kabupaten Boyolali. 

Sementara itu Dr Ir Eko Pangestu MP dosen UNDIP dan sekaligus Ketua Pelaksana menjelaskan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk penguatan komoditas unggulan masyarakat guna meningkatkan pendapatan petani peternak. “Bentuk kegiatannya adalah pendampingan dengan pelatihan dan bantuan peralatan,” katanya.

Dr Ir Marry Christiyanto MP IPM, selaku anggota Tim saat berdiskusi bersama anggota kelompok tani ternak Tunas Muda memaparkan alternatif usaha yang bisa dilakukan pada masa pandemi covid-19. 

“Jadi diperlukan alternatif usaha yang dapat menjadi sumber pendapatan baru diluar berternak sapi perah. Misalnya dengan ternak unggas yaitu ayam atau enthog, budidaya lele,” kata Pak Dosen Undip ini. 

Dalam acara tersebut juga dibahas upaya mendapatkan pakan yang murah dan berkualitas dengan memanfaatkan bahan-bahan pakan limbah yang selama ini belum dimanfaatkan. Peternak dilatih untuk mengolah limbah menjadi sumber bahan pakan yang bernilai gizi tinggi.

Selain memberikan bantuan berupa satu unit digester biogas, FPP UNDIP juga membantu unit pengolahan pakan berupa mesin giling dan pembuat pelet.

Digester biogas akan meghasilkan biogas untuk kompor, sehingga dapat digunakan oleh kelompok  dalam melakukan pengolahan pangan.  Selain itu, dengan adanya digester biogas maka akan mengurangi cemaran kotoran ternak ke lingkungan. 

Ketua kelompok Tunas Muda Sukardi menyatakan terima kasih karena mendapat bantuan peralatan yang selama ini memang sangat dibutuhkan oleh peternak. Dengan peralatan tersebut harapannya kelompok akan dapat memproduksi konsentrat utuk sapi perah, dan dapat membuat pakan untuk ayam dan ikan. 

Peternak yang selama ini hanya mengandalkan pendapatan dari pejualan susu segar dan olahannya, akan dapat memperoleh pendapatan dari sumber alternatif yang lain dalam jangka waktu singkat. (Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here