FIS UNNES Kumpulkan Peniliti Asia untuk Bahas Pembangunan Desa Dalam ICORSIA

Suasana konferensi ICORSIA yang diampu oleh FIS UNNES. (Mushonifin)

SEMARANG (SigiJateng) – Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menggelar Konferensi Internasional Tentang Studi Pedesaan di Asia / International Conferences In Rural Study In Asia (ICORSIA) 2020 pada hari Rabu (12/8/2020) melalui sambungan daring.

ICORSIA kali ini adalah konferensi yang ketiga untuk mengumpulkan para akademisi dan peneliti di Asia yang konsen terhadap perkembangan pedesaan.

Ketua Panitia ICORSIA, Prof. Dr. Wasino, M. Hum menyampaikan bahwa konferensi ini dilaksanakan sebagai upaya menyediakan wadah bagi seluruh akademisi dan peneliti untuk berbagi pengalaman dan pemahaman serta berkolaborasi dalam lingkup yang lebih luas untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Selain itu, ICORSIA sekaligus untuk semakin meningkatkan reputasi UNNES sebagai Universitas Berwawasan Konservasi dan Bereputasi Internasional,” jelas pria yang juga Wakil Dekan Bidang Akademik FIS UNNES.

Adapun sub-topik masalah lingkungan yang dibahas dalam ICORSIA 2020 antara lain tentang iklim, energi, sumber daya alam, ekonomi, kebijakan, hukum, lingkungan, pembangunan, sumber air, dan geografi.

“Sedangkan sub topik masalah sosial-politik meliputi politik dan pemerintahan desa, gender dan pemberdayaan pedesaan, masyarakat pedesaan, dan pembangunan pedesaan-perkotaan,” sambungnya.

Dalam konferensi tersebut, ada sekitar 87 artikel proseding ilmiah dari pemakalah yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri seperti Malaysia, Nepal, Taiwan secara resmi diterima oleh panitia.

“Semua makalah yang terpilih akan diterbitkan dalam proses oleh penerbit internasional terkemuka dan terindeks, makalah terpilih dapat diterbitkan dalam jurnal terindeks Scopus dengan biaya tambahan”, kata Prof. Wasino yang terpilih sebagai ketua ICORSIA 2020.

Baca Berita Lainnya

Ada tiga pembicara utama dalam ICORSIA 2020, yakni Prof. A. Rahman Tang Abdullah (University Malaysia Sabah, Malaysia), Dr. Nasir bin Nayan (Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia), dan Dr. Juhadi, M.Si (Universitas Negeri Semarang, Indonesia). Masing-masing pembicara menyampaikan paper sesuai dengan keahlian masing-masing. (Mushonifin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here