Duh, Ratusan Pekerja dari Tiga Perusahaan di Kota Semarang Positif Covid-19

Hakam, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang. (Foto Mushonifin/Sigi Jateng)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam mengatakan bahwa saat ini ada beberapa klaster baru yang jumlahnya ternyata lebih besar dari pasar Kobong.

Dia mengatakan saat ini ada 3 perusahaan besar di Kota Semarang yang ditemukan jumlah positif yang cukup besar. Perusahaan yang pertama ditemukan 47 positif, yang kedua ada 24, lalu yang ke tiga lebih dari 100 orang. 

“Ada tiga perusahaan besar, setelah dilakukan tes massal lumayan banyak yang positif,” ungkap Hakam pada Minggu (5/7/2020).

Hakam mengatakan sampai saat ini pihaknya sudah melakukan swab tes sebanyak 30.000 kali dengan 6 persen yang positif dan 20.000 kali rapid tes dengan 7 persen positif.

“Jadi jika dibandingkan dengan seluruh penduduk Kota Semarang yang 1,6 juta jiwa, kita sudah melakukan tes sebanyak 2,8 persen melakukan tes,” jelasnya.

Baca Berita Lainnya:

Target Kota Semarang sendiri akan melakukan tes minimal kepada 5 persen penduduk Kota Semarang.

“Kita akan melakukan tes kepada kontak erat, karena kontak erat pasti positifnya banyak,” pungkasnya.

Sementara, masih bertambahnya pasien positif covid-19 di Kota Semarang membuat Walikota Semarang Hendrar Prihadi memutuskan Pembatasan Kegiatan Masyatakat (PKM) diperpanjang. Sebagai catatan, saat ini sudah 718 pasien positif covid-19. Namun begitu, pasien sembuh sudah berjumlah 937 orang.

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menjelaskan, perpanjangan PKM kali ini tidak lagi akan dibatasi seperti biasanya karena tergantung pada perkembangan covid-19 sendiri.

“Untuk PKM yang sekarang tidak lagi akan ada kepastian batasnya, saya berlakukan demikian karena perkembangan covid-19 juga entah sampai kapan, kecuali nanti angka positif menurun, mungkin PKM bisa kita delete,” jelasnya saat diwawancarai di gedung DKK Jl. Pandanaran Minggu (5/7/2020).

Walikota yang akrab disapa Hendi itu mengatakan, Peraturan Walikota tentang PKM itu masih dibutuhkan oleh Pemkot Semarang untuk patroli ketertiban dalam rangka penanggulangan covid-19.

Berkaitan dengan semakin banyaknya pasien positif itu sendiri, tempat-tempat karantina yang ada di Kota Semarang sudah hampir penuh. 

(Mushonifin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here