Duh, 11 Orang Positif Covid-19 dari Aksi Demonstrasi di Kota Semarang Pekan Lalu

Kegiatan media dan blogger gathering di Hotel Griya Persada Bandungan Kabupaten Semarang yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang. (Mushonifin/ foto Sigi Jateng)

SEMARANG (SigiJateng) – Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Moch Abdul Hakam, menyatakan ada 11 orang yang dinyatakan positif usai menjalani swab test pada aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Jawa Tengah Jalan Phalawan Semarang pada Rabu dan Kamis (7-8/10/2020) lalu.

“Ada 10 demonstran yang positif Covid-19, mereka juga ikut menularkan virus ke satu orang lainnya. Jadi klaster demo ini totalnya ada 11 orang,” ujar Hakam pada Media Gathering di Hotel Griya Persada Bandungan Kabupaten Semarang pada Jumat malam (16/10/2020).

Dinas Kesehatan Kota Semarang akhirnya memutuskan aksi demonstrasi itu menjadi klaster baru. Dijelaskan oleh Hakam, sebanyak 11 orang itu adalah karyawan dari dua perusahaan berbeda.

“Mereka yang positif itu merupakan demonstran dari kalangan karyawan atau buruh. Ini dari dua perusahaan berbeda yang kemarin ikut demo,” imbuh Hakam.

Menurutnya, perusahaan yang bersangkutan cukup kooperatif. Bahkan, klaster ini diketahui setelah pihak perusahaan mengadakan rapid test kepada para buruh yang ikut demo.

Saat ini, kata dia, kondisi sebelas demonstran itu dalam kondisi klinis yang baik.

“Mereka semua itu orang tanpa gejala, sekarang dalam kondisi yang baik dan diisolasi di rumah dinas Wali Kota Semarang,” tutur dia.

Dia mengimbau, bagi para demonstran dari kalangan manapun untuk segera memeriksakan diri apabila merasa sakit. “Bagi temen-temen buruh, mahasiswa atau siapa pun yang merasa sakit setelah ikut demo tolong periksakan diri,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan,  untuk rasa tolak RUU Cipta Kerja yang terjadi di Kota Semarang dan berbagai daerah lainya beberapa waktu lalu berpotensi kekhawatiran akan memunculkan potensi Ledakan Kasus COVID-19 baru. Karenanya, Polri berkali-kali telah menegaskan agar masyarakat mengutamakan kesehatan dan keselamatan.

“Utamakan kesehatan dan keselamatan rakyat Pandemi COVID-19 masih menghantui kita dan keluarga. Pakai masker, jaga jarak dan hindari kerumunan,” ucapnya, Minggu (11/10/2020).

Dia mengatakan, potensi ledakan kasus COVID-19 baru dikhawatirkan akan terjadi di Kota Semarang dan Jawa Tengah, karena ada unjuk rasa yang tak penuhi unsur Protokol Kesehatan Covid 19.

Berita Lainnya:

“Aksi unjuk rasa itu terjadi kerumunan massa. Lebih baik berdoa dari rumah karena aspirasi masyarakat sudah didengar oleh anggota DPR dan Pemerintah,” katanya.

Terpisah, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan sebanyak 150 pendemo yang diamankan telah reaktif Covid-19 setelah dilakukan Rapid Test. Dari jumlah itu, sebanyak 45 orang telah dibawa ke Wisma Atlet untuk menjalani isolasi. “Dari hasil Rapid Test ditemukan ada 145 reaktif Covid-19. Semua (pendemo) yang kita amankan dilakukan protokol kesehatan, itu kita menemukan 145 reaktif,” ujar Argo.(mushonifin)

Catatan Redaksi: Bersama lawan virus corona. Sigijateng.id, mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, lakukan 3M (Wajib Memakai Masker, Wajib Mencuci Tangan, Wajib Menjaga Jarak Hindari Kerumunan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here