Disebut Tak Islami, Klepon Justru Banyak Disukai Warga Kampung Arab Hingga Hotel Syariah di Solo

ilustrasi

Solo (Sigi Jateng) – Bagi warga di kampung Arab Solo, makanan Klepon yang sempat menjadi heboh setelah disebut-sebut sebagai makanan yang tidak Islami justru menjadi makanan favorit bagi mereka.

Bahkan, makanan klepon ini ternyata juga menjadi sajian di hotel-hotel syariah. Selain rasanya yang gurih dengan legitnya gula merah, makanan ini memang membuat klepon digandrungi banyak orang.

Belum lagi karena harga jajanan tradisional Jawa ini terbilang memang relatif murah. Masyarakat juga mudah menemukan makanan Klepon ini di Pasar Gede Solo.

Klepon dijual bersamaan dengan jajanan pasar lainnya yang biasa seperti lenjongan, cenil, ketan ireng hingga gethuk.

Salah seorang penjual jajanan tradisional di Pasar Gede Juniyati (41), mengaku jug merasa heran dengan viralnya klepon yang disebut tidak Islami. Padahal bahan-bahannya tidak mengandung sesuatu yang haram.

“Bahannya dari tepung ketan, pewarnanya khusus pewarna makanan, di dalamnya gula merah,” kata Juniyati, Rabu (22/7/2020).

Pelanggannya pun sangat bervariasi. Selain dari wisatawan, banyak masyarakat Solo yang membeli, tak terkecuali warga berbagai etnis dari kampung Arab di Pasar Kliwon, kampung pecinan di Balong dan Ketandan.

“Tak terkecuali dari hotel-hotel juga banyak memesan klepon. Kebanyakan justru dari kampung Arab. Lalu Hotel syariah juga sering pesan ke sini,” ujarnya.

Untuk satu bungkus Klepon dihargai Rp 5 ribu. Juniyati membuka dagangannya mulai pukul 07.00 WIB hingga 16.00 atau 17.00 WIB.

Baca Berita Lainnya

Hal senada dikatakan Rubiyem pedagang Klepon juga. Justru bahan-bahan yang digunakan sudah dicek oleh pemerintah. “Malahan bahannya sendiri saya dapat dari pemerintah, ya sudah tentu dijamin aman,” tandasnya. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here