Dikpol Golkar di Kebumen, Iqbal Ajak Kader Fokus Pemilu 2024

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Wilayah Jawa Tengah dan DIY, Dr HM Iqbal Wibisono, SH. MH saat menyampaikan paparan, sat dikpol di Kebumen, Senin (19/10/2020)

KEBUMEN – Partai Golkar menggelar pendidikan politik (dikpol) di Kabupaten Kebumen, Senin (19/10/2020). Acara yang mengusung tema “HUT Partai Golkar ke 56 Th “Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangki dan Pilkada Menang,” ini diikuti oleh seratusan kader partai setempat, dengan menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak dan dicek suhu tubuhnya.

Hadir dan sekaligus memberikan paparan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Wilayah Jawa Tengah dan DIY, Dr HM Iqbal Wibisono, SH. MH. Hadir pula calon Bupati Arif Sugianto Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jateng Ferry Wawan Cahyono dan Ketua DPD Partai Golkar Hj Halimah Nurhayati

Iqbal Wibisono dalam paparannya mengatakan, tugas pokok Partai Golkar adalah memperjuangkan terwujudnya cita-cita bangsa dan tujuan nasional melalui peningkatan segala aspek kehidupan yang meliputi ideologi, politik, ekonomi, agama, sosial budaya, peningkatan sumberdaya manusia, pendidikan serta pertahanan dan keamanan nasional.

“Kini, Partai Golkar sudah berusia 56 tahun sejak kelahirannya pada tanggal 20 Oktober 1964. Boleh dibilang sebagai partai paling tua,” kata Iqbal.

Dia mengatakan, awal kelahirannya Partai Golkar bernama Golkar atau Golongan Karya. Golkar lahir sebagai salah satu kekuatan untuk menghalau kekuatan Partai Komunis Indonesia atau PKI yang berkembang secara pesat di bumi Indonesia.

Sebagai organisasi yang berideologi Pancasila tentunya Golkar memiliki komitmen yang teguh untuk menjaga idiologi yang saat itu mulai dirongrong oleh kekuatan anti-Pancila yakni PKI bersama seluruh barisan dan kekuatannya, “Maka Golkar lahir yang diawali dari sekber Golkar dimasa akhir-akhir kekuasaan orde lama, mengalami kejayaan 32 tahun dimasa orde baru dan pasang surut di masa orde reformasi,” ucap mantan ketua harian DPD Partai Golkar Jateng ini.

Dia menjelaskan, tentulah semua kader sangatlah merindukan akan kejayaan kembali Golkar dimasa lalu. Selama 32 tahun berkuasa di bawah kepemimpinan Soeharto Golkar selalu menang dalam Pemilu dari tahun 1971 sampai dengan 1997.

“Masa reformasi, Partai Golkar mengalami penurunan di bawah PDI Perjuangan di tahun 1999 dan kembali menang di tahun 2004 dimasa kepemimpinan Akbar Tanjung. Kemenangan tidak bertahan lama, karena Pemilu tahun 2009 Partai Golkar berada di posisi no 2 setelah Partai Demokrat, yang merupakan partainya Presiden SBY,” ucapnya.

Setelah pemilu 2009, terang dia, Partai Golkar selalu menempati peringkat ke dua dan berharap sudah semestinya, sebagai partai politik berharap pemilu ke depan tahun 2024 akan mampu memenangi Pemilu Legislatif dan Pilpres.

Untuk memenangi setiap kontestasi politik baik Pilkada, Pileg dan Pilpres 2024, Ketua Umum Airlangga Hartarto selalu mengatakan untuk menang kontestasi di tahun 2024 Partai Golkar harus menang dalam setiap Pilkada, karena menang Pilkada merupakan modal utama untuk memenangi Pileg dan Pilpres.

Baca Berita Lainnya

“Untuk itu tiada hari tanpa kerja keras dan dalam kerja keras itu kita harus bersatu, solid, kokoh dan selalu dekat dengan rakyat tanpa pandang bulu. Kita harus fokus pada pemilu 2024. Pilkada Kebumen tanggal 9 Desember 2020 colan Golkar harus menang dan kemanangan itu sebuah prestasi partai untuk ke depan menjadi lebih besar dan bermanfaat untuk rakyat banyak,” pungkasnya. (Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here