Dijerat UU Ini, Penyelenggara Dangdutan Terancam Satu Tahun Penjara

Kabidhumas Polda Jateng, Iskandar Sutisna. (foto humas polda jateng)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Acara dangdutan yang digelar Wakil Ketua DPRD Tegal Wasmad Edi Susilo memulai babak baru setelah Polda Jateng memberikan laporan hasil penyidikan dan pemeriksaan terhadap saksi.

Atas dasar Laporan Polisi Nomor : LP / A / 91  / IX / 2020 / Jateng / Res Tegal Kota , tanggal 25 September 2020, polisi mengenakan pasal
Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan ancaman 4,5 bulan penjara dan atau pasal 216 ayat (1) KUHP ancaman makimal 1 tahun penjara.

Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna menegaskan polisi telah melakukan penyidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi atas kejadian dangdutan Rabu (23/9/2020) pukul 17.30 s/d 01.30 WIB di Lapangan Tegal Selatan Jl. Teuku Cik Diktiro Kel. Bandung Kec. Tegal Selatan Kota Tegal tersebut.

“Polisi telah melakukan penyidikan dan pemeriksaan saksi-saksi atas kejadian Rabu kemarin.” Kata Iskandar melalui pesan tertulis pada Minggu (27/9/2020).

Kabidhumas Polda Jateng menambahkan kegiatan pesta pernikahan dan khitan berikut acara hiburan berupa Konser Orkes Melayu dapat menimbulkan kerumunan masa.

“Kegiatan tersebut dimungkinkan menimbulkan percepatan penyebaran Covid – 19 atau klaster baru,” tambahnya. 


Berlangsungnya kegiatan Hajatan Pernikahan dan Khitanan yang menampilkan hiburan musik Orkes melayu OM Kaisar dinilai tidak sesuai dengan yang disampaikan ketika mengajukan surat permohonan ijin hajatan kepasa Polsek Tegal
selatan.

Pihak Polsek Tegal Selatan sempat menarik kembali Surat Ijin yang telah dikeluarkan dan membubarkan hiburan musik mengantisipasi timbulnya cluster Covid 19,” beber Iskandar.

Akibat kejadian ini, Kapolsek Tegal Selatan dimintai keterangan dan diperiksa Propam Polda Jawa tengah dan sudah diserahterimakan jabatan kapolseknya. (Mushonifin)

Berita Lainnya:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here