Diduga Batas Wilayah Zaman Mataram Kuno, Lingga Patok Batu ini Ditemukan Di Lahan Tebu

Benda diduga lingga berasal dari masa Mataram Kuno ditemukan di Klaten, Selasa (15/9/2020). (FOTO : Detikcom)

Klaten (Sigi Jateng) – Sebuah batu yang menyerupai lingga patok ditemukan warga di lahan tebu di Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom, Klaten diduga merupakan peninggalan jaman Mataram kuno.

“Iya jika dilihat dari fotonya itu adalah lingga patok. Dari masa klasik, masa kerajaan Mataram kuno di masa Hindu Budha,” kata Denny Wahju Hidajat, Pamong Budaya Madya BPCB Jateng seperti dikutip detikcom, Selasa (15/9/2020).

Atas laporan temuan itu, pihaknya akan kembali memastikan jenis lingga patok batu tersebut. “Iya, nanti dipastikan lagi waktu peninjauan ke lokasi. Patok itu untuk penanda kewilayahan atau untuk batas,” ucapnya.

Dikatakan Denny, jika fungsi lingga patok tersebut biasanya untuk tempat ibadah. Selaib itu, bisa juga untuk penetapan daerah perdikan.

“Fungsinya adalah sebagai patok atau batas, misalnya batas halaman candi atau batas wilayah yang ditetapkan sebagai sima (perdikan). Oleh karena itu, lingga semacam itu disebut lingga patok,” jelas Deny.

Sesepuh desa setempat, Sahuri (85) mengatakan batu tersebut berada di barat rumahnya. Sejak dirinya kecil berada di lokasi dan tidak pernah dipindah.

“Iya hanya satu itu, sejak saya kecil ya di situ tidak pernah dipindah. Semakin ke bawah semakin besar batunya,” papar Sahuri.

Sahuri menceritakan, sejak dirinya kecil tidak ada cerita bangunan lain di lokasi tersebut. Leluhurnya juga tidak pernah bercerita fungsi benda tersebut untuk apa.

“Sama sekali tidak tahu untuk apa. Sebab tidak pernah ada cerita tentang hal itu. Kalau batu lain atau batu bata juga tidak ada di lokasi,” ungkap Sahuri.

Menurut Sahuri, lahan lokasi lingga itu masih merupakan milik pemerintah desa. Meski lahan selalu ditanami, namun batu lingga sama sekali tidak pernah dipindah.

“Itu merupakan lahan kas desa. Di dekatnya nanti juga terkena pembangunan jalan Tol, tapi batu itu tidak kena kayaknya sebab di luar patok tol,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi pemerintahan Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom, Purwanto mengatakan batu itu berada tidak jauh dari kantor desanya. Tepatnya berada di dekat lapangan desa.

Baca Berita Lainnya

“Lingga ini berada di sisi selatan lahan tebu yang saat ini sudah dipanen. Letaknya berada di tepi jalan tetapi jika tidak dicermati, lingga ini tidak terlihat,” kata dia.

Diketahui, batu berjenis andesit hitam tersebut memiliki ketinggian sekitar 80 centimeter. Bentuknya silinder dan di bagian bawahnya bersegi enam. (Dtc/dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here